MAYANGAN – Wakil Wali Kota Probolinggo Ina Dwi Lestari mengapresiasi berkembangnya Olahraga Domino Indonesia (ORADO) di Kota Probolinggo. Dulu Domino dikenal sebagai permainan konvensional berupa kartu yang biasa dimainkan masyarakat untuk menghilangkan penat atau sekedar pertemuan santai antarwarga. Belum menjadi sebuah olahraga seperti sekarang ini.
“Saya percaya jika pembinaan dilakukan secara konsisten dan terarah, ORADO Kota Probolinggo tidak hanya mampu jadi organisasi yang aktif tetapi juga melahirkan atlet - atlet potensial yang mampu bersaing di tingkat regional maupun tingkat nasional serta membawa nama baik Kota Probolinggo,” harap Wawali Ina saat menghadiri Pengukuhan Pengurus Cabang Federasi Olah Raga Domino Indonesia (ORADO) Kota Probolinggo Masa Bhakti 2026 – 2030 di J’Bing Café & Resto, Senin (24/8).
Pemerintah Kota Probolinggo berkomitmen untuk terus membangun sinergi dengan KONI dan seluruh organisasi olahraga termasuk ORADO. Dukungan pemerintah tentu tidak akan berarti tanpa adanya kerja sama dan komitmen dari seluruh pengurus serta insan olahraga.
Kehadiran ORADO, menurut wawali, tidak hanya menjadi wadah kompetisi tetapi juga menjadi ruang untuk membangun karakter, spotifitas, kebersamaan, dan semangat berprestasi. “Selamat dan sukses atas pengukuhan Pengurus ORADO Kota Probolinggo masa bakti 2026 - 2030, semoga ORADO semakin solid, semakin berprestasi, dan mampu melahirkan generasi olah raga yang membanggakan. Mari bersama - sama mewujudkan ORADO yang semakin maju dan berprestasi, tidak hanya dalam prestasi, tapi juga dalam tata kelola organisasi, pembinaan atlet, serta kontribusinya bagi perkembangan olah raga di Kota Probolinggo,” pungkas Ina.
Ketua KONI Kota Probolinggo Zulfikar Imawan menyatakan, Pengurus ORADO Kota Probolinggo secara resmi dikukuhkan oleh Pengprov ORADO Jawa Timur dan masuk menjadi cabang olah raga ke - 48. Ia pun menceritakan bagaimana proses ORADO melengkapi persyaratan menjadi cabor di kota ini.
“Alhamdulillah sekarang 8 klub resmi dalam asuhan atau binaan ORADO Kota Probolinggo dan masih ditambah lagi komunitas - komunitas yang tersebar di wilayah Kota Probolinggo. Memang ORADO sangat luar biasa, jadi ketika sosialisasi menyampaikan cabor domino masyarakat banyak yang tahu, tapi domino yang sering dimainkan warga selama ini,” jelasnya.
Ketua KONI berharap ORADO bisa segera melakukan pembibitan atlet – atletnya untuk bersiap menghadapi PORPROV bulan Juli 2027 di Surabaya. “Karena saya juga cukup optimis kalau melihat dari susunan pengurusnya luar biasa semangatnya dan saya lihat tokoh - tokoh masyarakat di dalam kepengurusan,” imbuhnya.
Sementara itu Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Federasi ORADO Jawa Timur, Mahenda Abdillah Kamil menyampaikan bahwa ORADO berdiri tanggal 7 - 8 Januari 2026 di Hotel Mulia Jakarta yang dihadiri langsung Menpora Erik Thohir dan Marciano Norman Ketum KONI. Dimana pada bulan Agustus ini sudah masuk 8 bulan, untuk sebuah federasi baru rasanya cukup kencang berlari.
“Karena semangatnya cuma 1, karena atlet mau olah raga apapun aktif, latihan semaksimal apapun kalau nggak pernah ada kompetisinya percuma juga. Kemarin di Porprov Kota Probolinggo sampai di babak 8 besar, udah kerenlah,” katanya.
Lebih lanjut Mahenda menyampaikan, tahun 2027 nanti KONI ingin ORADO masuk Porprov. Terdapat 38 pengcab yang sudah melakukan konsolidasi untuk menyukseskan Porprov 2027 di Surabaya. Dan, di tahun 2028 akan mengikuti PON di NTB dan NTT.
“Siapapun nanti yang berangkat PON 2028 harapannya salah satu atlet berasal dari Kota Probolinggo. Besar harapan saya melalui kegiatan ini makin banyak kegiatan - kegiatan turnamen ORADO, dan satu lagi silahkan teman - teman Kota Probolinggo kalau ada kompetisi open turnament di kota lain silahkan diikuti,” ujarnya menyemangati.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Pengurus ORADO Kota Probolinggo Ellyas Adityawan menyatakan komitmennya bersama seluruh tim untuk menjaring atlet - atlet sampai tingkat RT. Melakukan pembinaan secara profesional untuk meraih prestasi dan mengharumkan Kota Probolinggo di tingkat nasional. Saat ini ORADO Kota Probolinggo telah memiliki memiliki 8 klub di dalamnya minimal ada 5 tim.
“Sejak muncul di Kota Probolinggo antusias warga besar sekali yang suka di event - event kemarin bahkan juga dari warga pun mengadakan event sendiri dan izin pada pemkot. Itu membuktikan bahwa ORADO sangat diterima di Kota Probolinggo. Dan juga kami membutuhkan kerja sama dengan pemerintah, stake holder, supaya ORADO Kota Probolinggo menjadi baik dan berprestasi,” tegas Ellyas.
Selain pengukuhan oleh Ketua Pengprov ORADO Jawa Timur, pada kegiatan tersebut juga dilakukan pembacaan ikrar bersama, penyerahan Bendera Pataka dari Pengprov Jatim ke Pengurus Kota Probolinggo, pemberian cinderamata, pemotongan tumpeng, dan pertandingan persahabatan antara Wawali Ina, Zulfikar Imawan, Ketua ORADO Jatim dan Ketua ORADO Kota Probolinggo. (Crl/fa)

