Peningkatan Kapasitas Kader PKK, Dokter Aminuddin Ingatkan Pentingnya Lingkungan Aman bagi Remaja

2026

KANIGARAN – Peningkatan kapasitas kader Pokja 1 TP PKK Kota Probolinggo sebagai kader perubahan guna pencegahan pernikahan dini, trafficking, kekerasan seksual dan kenakalan remaja digelar di Gedung Puri Manggala Bhakti, Selasa (26/5). Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Dokter Aminuddin, Wawali Ina Dwi Lestari, Pj Sekda Rey Suwigtyo serta Ketua TP PKK Dokter Evariani Aminuddin.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur, Widyaiswara Arie Cahyono. Sebanyak 135 peserta mengikuti kegiatan yang terdiri dari pengurus TP PKK Kota Probolinggo, ketua TP PKK kecamatan dan kelurahan, serta perwakilan anggota Pokja 1 TP PKK kecamatan dan kelurahan se-Kota Probolinggo.

Ketua panitia Jetty Ernawati menyampaikan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut program prioritas TP PKK Pusat dan TP PKK Provinsi Jawa Timur, khususnya Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital. Menurutnya, kegiatan ini bertujuan memberikan motivasi dan materi kepada kader Pokja 1 sebagai kader perubahan dalam pembinaan karakter keluarga di wilayah masing-masing. “Selain itu juga untuk mencegah terjadinya kenakalan remaja, pernikahan dini, trafficking hingga kekerasan seksual,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Wali Kota Probolinggo Dokter Aminuddin menegaskan Pokja 1 memiliki peranan penting dalam menyiapkan generasi menuju Indonesia Emas 2045. Menurutnya, kondisi saat ini masih membutuhkan kerja keras karena kualitas pendidikan dan indeks pembangunan manusia (IPM) Kota Probolinggo masih perlu ditingkatkan.

“Indonesia akan menjadi Indonesia Emas pada 2045. Kalau kondisi saat ini, kita masih tertinggal. Pendidikan kita masih rendah, IPM kita juga masuk lima besar terendah di Jawa Timur, saat ini 77,79. Ini kita genjot, akhir 2025 harus menjadi 78,85 dan tahun 2026 harus bisa mencapai 80,” katanya.

Dokter Aminuddin menjelaskan peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi fokus utama pemerintah daerah, terutama dalam membentuk karakter remaja agar mampu menjadi generasi unggul dan siap menerima estafet kepemimpinan di masa depan. “Indikatornya adalah kemampuan remaja untuk menjadi SDM unggul agar tidak menjadi beban. Kita ingin menciptakan lingkungan sekolah yang nyaman untuk para siswa,” jelasnya.

Ia juga meminta para kader PKK agar tidak hanya mengikuti kegiatan seremonial, tetapi benar-benar menyosialisasikan materi yang didapat kepada masyarakat. Menurutnya, tantangan terbesar anak-anak saat ini adalah lingkungan sosial dan pengaruh digital yang dapat memicu bullying maupun perilaku negatif lainnya.

“Kita harus berusaha bagaimana anak-anak menjadi kuat di masa ini tanpa bullying. Ada momen krusial usia 15 sampai 20 tahun, karena yang lebih didengar bukan lagi orang tua tetapi guru dan teman. Makanya kita harus menciptakan lingkungan yang aman untuk anak-anak kita,” tegasnya. Ia menambahkan, keberhasilan seorang anak tidak hanya diukur dari akademik, tetapi juga dari adab, kemampuan bersosialisasi dan perilaku di media sosial.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Probolinggo Dokter Evariani Aminuddin dalam materinya menyampaikan kader PKK harus menjadi motor penggerak sekaligus teladan dalam pelaksanaan program PKK di masyarakat. Tantangan globalisasi dan era digital saat ini sangat besar sehingga membutuhkan penguatan karakter sejak dini dari lingkungan keluarga.

“Kita harus terbiasa menghadapi tantangan globalisasi era digital yang begitu masif dan tidak bisa sepenuhnya terkontrol oleh orang tua. Dari kecil anak harus diajarkan mengelola emosi dan stresnya. Pondasi karakter dibentuk dari rumah, disiplin yang dilakukan di rumah pasti terekam oleh anak,” ujarnya.

Orang tua harus tetap mampu membangun komunikasi dua arah dengan anak di tengah kesibukan bekerja. “Ucapan orang tua itu sangat dibutuhkan anak. Tantangan terbesar saat ini adalah bagaimana membangun komunikasi dua arah dengan anak,” tambahnya.

Materi dari Widyaiswara BPSDM Jawa Timur Arie Cahyono berlangsung meriah dan penuh semangat. Para peserta tampak antusias mengikuti sesi motivasi dan penguatan kapasitas kader hingga kegiatan berakhir.

Pada kegiatan tersebut juga diumumkan pemenang berbagai lomba dalam rangka Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Kota Probolinggo. Untuk lomba vlog cegah pernikahan dini, juara pertama diraih Kelurahan Wonoasih dengan hadiah piagam dan uang pembinaan Rp1,5 juta. Juara kedua Kelurahan Sukoharjo memperoleh Rp 1,25 juta dan juara ketiga Kelurahan Kedopok memperoleh Rp1 juta.

Pada lomba vlog Pokja 2 bertema cerita sukses pelatihan PKK, juara pertama diraih Kelurahan Jati, disusul Kelurahan Mangunharjo sebagai juara kedua dan Kelurahan Sukabumi sebagai juara ketiga. Sedangkan lomba vlog Pokja 3 bertema smart teknologi dimenangkan Kelurahan Curahgrinting, juara kedua Kelurahan Jati dan juara ketiga Kelurahan Mangunharjo.

Sementara itu, lomba pelaksanaan administrasi TP PKK kelurahan dimenangkan Kelurahan Mangunharjo, diikuti Kelurahan Jati dan Kelurahan Wiroborang. Untuk kategori kecamatan, Kecamatan Kanigaran meraih juara pertama lomba pelaksanaan administrasi TP PKK kecamatan.

Adapun lomba video kreatif dalam rangka HKG PKK ke-54 memberikan penghargaan kepada akun Instagram @ra_marsita, @kecamatankanigaran dan @riaraharjo dengan hadiah masing-masing sebesar Rp 300 ribu. (sit/fa)

BAGIKAN