KANIGARAN – Gerakan Pramuka Kota Probolinggo terus didorong untuk memperkuat perannya dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, mandiri, terampil, sekaligus mampu berkontribusi dalam mendukung ketahanan pangan. Semangat tersebut mengemuka dalam Apel Besar Peringatan Hari Pramuka ke-65 yang digelar di halaman Kantor Wali Kota Probolinggo, Kamis (27/8).
Mengusung tema “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045”, apel tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Probolinggo Ina Dwi Lestari selaku Wakil Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka, Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka drg. Ninik Ira Wibawati, Forkopimda, jajaran kepala perangkat daerah, pengurus Kwarcab, serta anggota Gerakan Pramuka se-Kota Probolinggo.
Suasana apel semakin semarak dengan penampilan Atraksi Pramuka Bersolek yang dibawakan para siswa. Atraksi tersebut menjadi salah satu bentuk kreativitas sekaligus semangat anggota Pramuka dalam memeriahkan peringatan Hari Pramuka.
Dalam kesempatan tersebut, Wawali Ina Dwi Lestari membacakan sambutan Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Komjen Pol. (Purn.) Budi Waseso. Dalam sambutannya disampaikan bahwa 65 tahun perjalanan Gerakan Pramuka telah diwarnai pengabdian, karya, keteladanan, dan dedikasi dalam membentuk generasi muda Indonesia yang beriman, bertakwa, berkarakter, disiplin, bertanggung jawab, serta memiliki kecintaan terhadap tanah air.
“Hari Pramuka bukan sekadar peringatan seremonial tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun karakter bangsa sebagai pondasi menuju Indonesia Emas 2045,” tutur Wawali Ina.
Tema Hari Pramuka ke-65, lanjutnya, merupakan wujud komitmen Gerakan Pramuka dalam mendukung Asta Cita kedua pemerintah, khususnya dalam mewujudkan swasembada pangan, energi, dan air.
Swasembada pangan, menurutnya, tidak semata-mata berkaitan dengan kegiatan pertanian, tetapi juga mencakup pendidikan, keterampilan, teknologi, kewirausahaan, pengelolaan sumber daya, serta kesiapan generasi muda untuk ikut menyelesaikan persoalan nyata di lingkungannya.
Karena itu, pendidikan kepramukaan diharapkan mampu menumbuhkan budaya produktif dan kecintaan terhadap pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan, serta kepedulian terhadap lingkungan. Gerakan Pramuka juga terus mengembangkan konsep learning by doing menjadi learning, creating and solving, yakni belajar, mencipta, sekaligus menyelesaikan persoalan nyata.
“Teknologi memberikan kemampuan yang semakin besar, sementara karakter memberikan arah agar kemampuan tersebut digunakan untuk kebermanfaatan,” pesan tersebut menegaskan.
Gerakan Pramuka juga diharapkan mampu membekali generasi muda menghadapi berbagai tantangan zaman, mulai dari perubahan iklim, perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan, dinamika dunia kerja hingga persoalan sosial. Seperti penyalahgunaan narkotika, perundungan, kekerasan, penyebaran hoaks, perjudian daring, dan menurunnya kepedulian sosial.
Melalui pengamalan Trisatya dan Dasa Dharma, para anggota Pramuka diharapkan tumbuh menjadi generasi yang memiliki wawasan, keterampilan, kedisiplinan, keberanian untuk mencoba, serta mampu menghasilkan gagasan dan inovasi yang bermanfaat bagi keluarga, sekolah, dan masyarakat.
Pada rangkaian apel, Wawali Ina bersama Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Probolinggo drg. Ninik Ira Wibawati, Forkopimda dan jajaran Gerakan Pramuka juga turut menyematkan sejumlah penghargaan kepada anggota dan pembina Pramuka berprestasi.
Penghargaan tersebut antara lain Lencana Dharma Bakti kepada Muhammad Yunus, Kepala Pusdiklatcab Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Probolinggo; Lencana Pancawarsa I kepada Siti Romlah, Ketua Harian Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Probolinggo; serta Tiska Jambore Nasional kepada Tamam dan Aisah Putri Savana Agusti selaku peserta Jambore Nasional putra dan putri.
Selain itu, penghargaan Partisipasi Teraktif KTA Ayo Pramuka Tahun 2026 diberikan kepada Magdalena Aprilianti, Kepala SLB Sinar Harapan 2 untuk Kecamatan Kademangan; R. Indra, atas nama Kepala SMK 2 untuk Kecamatan Kanigaran; Endang Sukarni, Kepala SD Negeri Kedopok 2 untuk Kecamatan Kedopok; Jess Imanita, Kepala SD Negeri Mangunharjo 7 untuk Kecamatan Mayangan; serta Sumarni, Kepala SD Negeri Pakistaji 2 untuk Kecamatan Wonoasih.
Penghargaan Sahabat Sekolah Dasar Tingkat Nasional Tahun 2026 juga diberikan kepada Bambang Irawan Suwarno, Kepala SD Negeri Sukabumi 10; Umi Mahbubah, guru SD Negeri Sukabumi 10; serta siswa Javanika Sekarayu Saraswati, Kejora Sakti Boston, Nail Fadli Ilahi, dan Muhammad Alvin Alfanani.
SYUKURAN DAN PENGUATAN GERAKAN PRAMUKA
Usai apel, rangkaian peringatan dilanjutkan dengan tasyakuran bersama di Gedung Puri Manggala Bhakti. Potongan tumpeng dari Wakil Ketua Mabicab Ina Dwi Lestari kemudian diserahkan kepada Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Probolinggo drg. Ninik Ira Wibawati.
Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Probolinggo drg. Ninik Ira Wibawati menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya Apel Besar Hari Pramuka ke-65. Menurutnya, pelaksanaan apel tahun ini dilakukan setelah rangkaian Jambore Nasional.
“Alhamdulillah, Pemerintah Kota Probolinggo sangat mendukung Gerakan Pramuka, baik dari sisi kegiatan maupun berbagai program yang dilaksanakan. Kami juga mengapresiasi Ibu Wakil Wali Kota selaku Wakil Mabicab yang berkenan hadir dan menengok adik-adik Pramuka saat Jambore Nasional di Cibubur,” ujarnya.
Ninik berharap dukungan tersebut semakin memperkuat pembinaan anggota Pramuka di Kota Probolinggo, khususnya generasi muda. Gerakan Pramuka, kata dia, menjadi wadah positif bagi anak-anak untuk mengisi waktu dengan kegiatan yang bermanfaat sekaligus membentengi diri dari berbagai pengaruh negatif.
“Melalui gugus depan, kami ingin terus meningkatkan pembinaan agar adik-adik dapat berkarya, menjadi anak yang berbakti kepada orang tua, nusa dan bangsa, serta mampu meraih cita-cita dan membanggakan keluarga,” tambahnya.
Peringatan Hari Pramuka ke-65 di Kota Probolinggo diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, Gerakan Pramuka, sekolah, orang tua, dan seluruh elemen masyarakat dalam menyiapkan generasi muda yang berkarakter, mandiri, produktif, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta memiliki semangat pengabdian bagi bangsa dan negara. (mir/fa)
