KANIGARAN – Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin menerima kunjungan silaturahmi sekaligus koordinasi Kepala Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) V Jember Budi Raharjo di Ruang Transit Kantor Wali Kota Probolinggo, Senin (3/8). Pertemuan tersebut menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kota Probolinggo dalam mendorong pembangunan kawasan melalui penguatan konektivitas antarwilayah dan optimalisasi potensi daerah.
Dalam lawatannya, Kepala Bakorwil V Jember Budi Raharjo didampingi empat orang jajaran Bakorwil. Sementara Wali Kota Probolinggo didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Budiono Wirawan, Asisten Administrasi Umum (Asdum) Setda Kota Retno Fadjar Winarti, serta Kepala Badan Perencanaan, Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) setempat Rey Suwigtyo.
Pada kesempatan tersebut, Budi Raharjo menjelaskan bahwa Bakorwil memiliki mandat dari Gubernur Jawa Timur untuk memperkuat konektivitas antardaerah, menyelaraskan program pembangunan, serta menjembatani koordinasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota hingga pemerintah pusat.
"Kami membawa pesan Ibu Gubernur agar pembangunan tidak hanya berorientasi pada wilayah masing-masing, tetapi mampu merekatkan antardaerah. Banyak isu yang harus dibangun bersama, mulai dari konektivitas wilayah, pengembangan pariwisata, hingga peningkatan produktivitas ekonomi. Bakorwil memang tidak memiliki kewenangan langsung, tetapi bertugas menghubungkan dan mengoordinasikan berbagai pihak agar pembangunan dapat berjalan lebih efektif," ujar Budi.
Budi mengapresiasi capaian Kota Probolinggo yang dinilai memiliki pertumbuhan ekonomi dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang baik. Menurutnya, potensi tersebut perlu diperkuat melalui kolaborasi lintas daerah, khususnya dalam mengembangkan kawasan Bromo sebagai destinasi wisata dunia.
"Bromo merupakan destinasi wisata kelas dunia. Karena itu perlu dibangun konektivitas dengan daerah-daerah sekitar, termasuk Kabupaten Probolinggo, Pasuruan hingga wilayah timur Jawa lainnya. Bagaimana wisatawan tidak hanya datang ke Bromo, tetapi juga menikmati destinasi lain, menggunakan transportasi publik yang terintegrasi, serta memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat," jelasnya.
Selain sektor pariwisata, Budi juga menyoroti pentingnya optimalisasi pelabuhan, penguatan konektivitas transportasi kereta api, peningkatan kualitas fasilitas publik, serta peluang pengembangan layanan kesehatan rujukan sebagai bagian dari penguatan daya saing wilayah timur Jawa.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin menegaskan bahwa Pemerintah Kota Probolinggo telah menetapkan arah pembangunan kota berbasis tiga potensi utama, yakni pelabuhan, kota transit, dan penyangga pariwisata Bromo. Menurutnya, sinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur menjadi faktor penting untuk mempercepat realisasi berbagai program strategis tersebut.
"Kami ingin Kota Probolinggo menjadi gerbang transit wisata dunia menuju Bromo melalui penguatan konektivitas kereta api, pelabuhan, terminal, hingga fasilitas publik yang terintegrasi. Di sisi lain, pengembangan pelabuhan, distribusi logistik, pemberdayaan UMKM dan digitalisasi pemerintahan terus kami dorong agar mampu meningkatkan produktivitas ekonomi masyarakat," ungkap dr. Aminuddin.
Lebih lanjut, Wali Kota Amin menyampaikan bahwa sejumlah langkah telah dilakukan untuk mendukung visi tersebut, mulai dari menghadirkan layanan kereta komuter menuju Probolinggo, pengembangan kawasan pelabuhan, peningkatan kalender event daerah, pembangunan destinasi wisata baru, hingga penguatan sistem pemerintahan digital.
"Sinergi dengan Pemerintah Provinsi menjadi sangat penting karena masih terdapat sejumlah kewenangan yang membutuhkan dukungan lintas sektor. Dengan kolaborasi yang kuat, kami optimistis Probolinggo dapat terus meningkatkan kualitas pembangunan manusia, memperkuat daya saing ekonomi, sekaligus menjadi salah satu penggerak pertumbuhan kawasan di wilayah timur Jawa," pungkasnya.
Dari pertemuan tersebut, menghasilkan komitmen awal untuk menindaklanjuti sejumlah peluang kerja sama strategis, diantaranya optimalisasi potensi Pelabuhan Probolinggo, penguatan konektivitas kawasan wisata Bromo, percepatan investasi, serta identifikasi berbagai kendala kewenangan yang membutuhkan dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur agar pembangunan kawasan dapat berlangsung lebih efektif dan berkelanjutan. (es/pin)
