Perkuat Sinergi dengan Pemkot Probolinggo, Dorong Revitalisasi Pasar Tradisional dan Penguatan Ekonomi Rakyat

2026

KANIGARAN - Setelah terpilih sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Kota Probolinggo masa bakti 2026-2030 pada 6 Juni lalu, M. Izzul Islam bersilaturahmi dengan Wali Kota Probolinggo Aminuddin, Rabu (15/7).

Kedatangan pengurus APPSI diterima di ruang transit kantor wali kota setempat. Turut mendampingi Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Pembangunan Aries Santoso, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Perdagangan (DKUMP) Agus Efendi, Kabid Perdagangan DKUMP Ferdhiansyah Donny Anggara, Kepala UPT Pasar Hendra Purnomo, Dewan Pakar APPSI Saiful Iman, tujuh koordinator pasar tradisional, serta sejumlah pengurus APPSI.

Dalam kesempatan itu, Kepala DKUMP Agus Efendi memaparkan rencana revitalisasi infrastruktur di lima pasar tradisional yang akan dilakukan secara bertahap. Salah satu fokus utama adalah pembenahan Pasar Baru hingga tahun 2027.

“Program ini mencakup perbaikan saluran air, penggantian talang yang bocor, penataan lantai, serta peningkatan sistem penerangan agar pasar menjadi lebih bersih, nyaman dan terang. Selain itu, kami juga akan menggerakkan kegiatan kerja bakti rutin yang melibatkan petugas pasar dan para pedagang,” jelas Agus.

Menurutnya, upaya normalisasi pasar tersebut didukung melalui alokasi anggaran daerah dan kolaborasi aktif dengan APPSI. Dengan langkah tersebut, pasar tradisional diharapkan semakin tertata dan mampu meningkatkan kenyamanan masyarakat dalam berbelanja.

Sementara itu, Ketua DPD APPSI M. Izzul Islam menyampaikan bahwa audiensi ini bertujuan memperkuat sinergi antara organisasi pedagang dan pemerintah daerah dalam mendukung penguatan ekonomi rakyat serta ketahanan pangan.

Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara pengurus pusat, daerah, dan pemerintah untuk menyukseskan berbagai agenda nasional, termasuk pengendalian inflasi dan penguatan distribusi komoditas pangan.

“APPSI ingin menjadi jembatan strategis dalam meningkatkan kesejahteraan pedagang melalui kolaborasi kebijakan yang nyata. Kami juga berharap adanya dukungan fasilitas dan koordinasi dengan instansi terkait agar program kerja organisasi dapat berjalan maksimal,” ujar Izzul.

Audiensi berlangsung dinamis dengan sesi dialog terbuka antara para pengurus APPSI dan wali kota. Sedikitnya 5 orang pengurus menyampaikan berbagai aspirasi terkait kondisi pasar tradisional, mulai dari penataan ruang dagang, keamanan infrastruktur, hingga optimalisasi tata kelola pasar.

Dalam forum tersebut, pengurus APPSI menyatakan kesiapan mereka menjadi mitra pemerintah dalam mengawasi operasional pasar sekaligus mendukung kelancaran distribusi komoditas pangan. Mereka juga mengusulkan pembentukan sekretariat tetap APPSI sebagai bentuk penguatan legalitas organisasi di tingkat daerah.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Dokter Aminuddin menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus memperkuat peran pasar tradisional sebagai salah satu penggerak utama perekonomian daerah.

Ia menekankan pentingnya pengawasan pasar secara kolaboratif melalui para koordinator pasar guna meningkatkan kebersihan, ketertiban, dan efektivitas pengelolaan pasar. Selain itu, wali kota mendorong pemanfaatan berbagai peluang investasi, revitalisasi bangunan, hingga penggunaan kios atau fasilitas yang belum termanfaatkan secara optimal sebagai pusat kuliner maupun destinasi wisata belanja.

“Pasar tradisional harus mampu bertransformasi menjadi tempat yang bersih, nyaman, modern dan berdaya saing. Kita juga perlu mendorong digitalisasi melalui marketplace serta mengoptimalkan koperasi agar para pelaku UMKM lebih mudah mengakses pembiayaan,” tegas Dokter Aminuddin. (dy/fa)

BAGIKAN