KANIGARAN – Puluhan gunungan yang tersusun dari buah mangga diarak keliling Kota Probolinggo, Kamis (29/10) siang. Kreasi dari para pegawai Pemerintah Kota Probolinggo dan masyarakat itu menyemarakkan Kirab Budaya dan Gunungan dalam rangka Mango Carnival of Indonesia 2026.
Kirab berangkat dari depan Kantor Wali Kota Probolinggo dan berakhir di Stadion Bayuangga. Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin membuka sekaligus memberangkatkan iring-iringan peserta, didampingi Ketua TP PKK Kota Probolinggo dr. Evariani Aminuddin, Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari, jajaran Forkopimda, serta sekretaris daerah.
Dalam sambutannya, Aminuddin menyampaikan terima kasih sekaligus kebanggaannya karena Kota Probolinggo menjadi tempat penyelenggaraan Mango Carnival of Indonesia. Wali kota menyebut sekitar 50 gunungan mangga turut memeriahkan kirab tersebut. Mangga yang disusun menjadi gunungan itu disiapkan untuk dibagikan setelah acara seremonial bersama gubernur.
“Hari ini kita mulai dengan suatu karnaval dengan gunungan mangga, lebih kurang 50 gunungan mangga yang nanti akan kita bagikan setelah acara seremonial,” terangnya.
Selain kirab dan pertunjukan kesenian, rangkaian kegiatan Mango Carnival of Indonesia juga diisi diskusi mengenai pengembangan mangga Indonesia. Melalui kegiatan tersebut, dokter Amin berharap mangga Indonesia semakin dikenal dan mampu bersaing di tingkat internasional.
“Mulai malam ini akan banyak diskusi-diskusi tentang bagaimana mangga Indonesia akan kita kuatkan, akan kita buat naik kelas dan mampu berbicara nanti di ruang lingkup internasional,” katanya.
Masih di kesempatan yang sama, wali kota juga mengajak masyarakat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Menurutnya, penyelenggaraan perdana Mango Carnival of Indonesia menjadi kesempatan bagi warga untuk menunjukkan keramahan Kota Probolinggo sebagai tuan rumah.
“Saya berharap semua jangan melewatkan rangkaian acara Mango Carnival of Indonesia yang insyaallah ini baru pertama kali diadakan di Indonesia. Seluruh warga Probolinggo saya berharap bisa menjadi tuan rumah yang baik sehingga acara ini bisa berlangsung dengan baik dan bermanfaat,” tuturnya.
Kreasi Peserta Kirab Budaya dan Gunungan
Tampil sebagai peserta pertama Kirab Budaya yakni dari Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP) Kota Probolinggo, membawa dua gunungan yang tersusun dari beragam varietas mangga, yakni arum manis, manalagi, kiojay, mangga apel, dan Nam Dok Mai. Kepala Bidang Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan DKPPP Kota Probolinggo Erwan Kiswandoko menjelaskan, nantinya sebagian gunungan mangga yang dipamerkan akan dibagikan kepada masyarakat dalam beberapa kesempatan.
“Sebagian ada yang dibagikan di hari pertama dan nanti yang sisanya kita bagikan di penutupan acara,” terang Erwan yang turut mengiringi peserta pawai.
Berikutnya, Kecamatan Mayangan mengusung tema “Pesona Mangga Pesisir”. Konsep tersebut memadukan produk mangga Mayangan dengan properti kapal nelayan yang menggambarkan karakter wilayah pesisir.
“Kita bertemakan pesona mangga pesisir, dengan kolaborasi produk mangga Mayangan, kemudian juga kapal sebagai representasi pesisir Mayangan. Kita bawa properti kapal, tapi juga ada hiasan sedikit mangga,” terang Camat Mayangan Deus Nawandi.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Probolinggo membawa pesan kesiapsiagaan melalui tema “Mangga Tangguh Probolinggo Siap”. Sekretaris BPBD Kota Probolinggo Dedy Ristantama menjelaskan bahwa gunungan mangga yang ditampilkan dilengkapi ornamen kebencanaan, termasuk perahu dan lifeboat.
“BPBD mengeluarkan gunungan mangga dengan ornamen kebencanaan seperti perahu dan lifeboat. Sesuai tema kita, Mangga Tangguh Probolinggo Siap. Mangga di Kota Probolinggo ini khas dan saya harap event ini bisa berkelanjutan. Kita juga siap dalam menangani bencana di Kota Probolinggo,” ujarnya.
Kirab tersebut mendapat sambutan dari masyarakat yang menyaksikan. Salah satunya Diah, dirinya mengaku kagum dengan keindahan gunungan mangga yang ditampilkan para peserta. Diah berharap kegiatan tersebut semakin sukses pada penyelenggaraan berikutnya.
“Kita syukuri karena Kota Probolinggo memang Kota Mangga dan Kota Anggur. Semoga ke depannya semakin sukses terus,” harap Diah yang berdomisili di wilayah Mastrip itu.
Suasana kirab turut dimeriahkan penampilan Wali Kota dr. Aminuddin dan para undangan yang mengenakan kostum etnik dan unik. Nuansa hijau dan kuning serta aksesori berbentuk mangga melengkapi penampilan mereka. (dp/pin)
