KANIGARAN — Pemerintah Kota Probolinggo menggelar rapat koordinasi Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial pada Selasa (28/4) di ruang Command Center kantor Wali Kota Probolinggo. Kegiatan ini dipimpin oleh Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Rey Suwigtyo.
Dalam arahannya, Rey Suwigtyo yang akrab disapa Tyok menyampaikan bahwa secara umum kondisi Kota Probolinggo saat ini terpantau kondusif. Meski demikian, ia menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap sejumlah potensi gangguan, baik dari faktor alam maupun sosial.
“Terutama menghadapi anomali cuaca yang masih terjadi menjelang musim kemarau, termasuk potensi bencana seperti banjir dan tanah longsor di wilayah sekitar,” ujarnya.
Selain itu, ia menyoroti pentingnya peningkatan patroli rutin di titik-titik rawan, baik oleh aparat keamanan maupun instansi terkait. Langkah ini dilakukan sebagai respons terhadap maraknya isu kriminalitas, termasuk kasus pembegalan yang sempat meresahkan masyarakat.
“Beberapa kejadian yang viral ternyata bukan pembegalan, melainkan kecelakaan atau konflik pribadi yang disalahartikan. Namun demikian, kita tetap waspada. Untuk kasus pembegalan yang benar terjadi, aparat telah berhasil mengamankan barang bukti dan terus melakukan pengejaran pelaku,” jelasnya.
Upaya pencegahan juga dilakukan melalui peningkatan penerangan jalan umum, pemasangan CCTV di titik rawan, serta optimalisasi layanan darurat 112 yang terintegrasi dengan berbagai instansi.
Tyok juga mengimbau peran aktif masyarakat, termasuk penguatan sistem keamanan lingkungan melalui ronda dan koordinasi dengan RT/RW serta tiga pilar di wilayah masing-masing.
Dalam kesempatan tersebut, ia turut menyinggung sejumlah isu strategis lainnya, seperti penyalahgunaan narkoba dan peredaran minuman keras ilegal yang dinilai berpotensi memicu tindak kriminal. Ia meminta seluruh pihak untuk memperkuat pengawasan serta penegakan hukum secara terpadu.
Selain itu, kondisi kelebihan kapasitas di Lapas Kelas IIB Kota Probolinggo juga menjadi perhatian. Saat ini, jumlah warga binaan mencapai dua kali lipat dari kapasitas yang tersedia. Untuk itu, diperlukan sinergi lintas sektor dalam pembinaan, termasuk melalui pelatihan keterampilan bagi warga binaan.
Rapat koordinasi ini juga diisi dengan tanggapan dari perwakilan Kodim 0820 Probolinggo yang menyampaikan bahwa kondisi wilayah kota dan kabupaten masih relatif kondusif menjelang peringatan Hari Buruh (May Day). Sementara itu, perwakilan Kejaksaan Negeri Kota Probolinggo menekankan pentingnya peran semua pihak, termasuk masyarakat di tingkat bawah, dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
Melalui rapat ini, Pemerintah Kota Probolinggo berharap sinergi dan komitmen seluruh elemen dapat terus diperkuat guna menjaga kondusivitas wilayah serta mewujudkan Kota Probolinggo yang aman, damai, dan sejahtera. (es/pin)



