KANIGARAN – Ratusan burung perkutut digantang di Lapangan Karya Bakti Kota Probolinggo. Sangkar burung berbagai paduan warna menggantung di ketinggian yang bervariasi. Ya, merekalah peserta Konkurs Seni Suara Alam Burung Perkutut Piala Wali Kota Probolinggo 2026, Minggu (10/5).
Peserta konkurs berjumlah 126 peserta. Sedangkan burung yang digantang lebih dari 420 burung. Tidak hanya berasal dari wilayah Jawa Timur, peserta konkurs ada yang dari Jawa Tengah dan Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Ketua panitia lomba, Sigit menjelaskan, konkurs dibagi tiga kelas. Kelas piyek bebas diikuti 147 burung; kelas piyek junior juga 147 burung; sedangkan piyek hanging ada 150 burung. Perbedaan kelas ini ada di kriteria penilaian, ketinggian gantangan dan umur.
Lomba dibagi 4 babak, per babak 45 menit. Kriteria penilaian melipui suara depan, suara tengah, suara ujung, irama dan mutu suara. Panitia telah menyiapkan hadiah seperti sepeda listrik, setrika dan hadiah menarik lainnya.
“Burung adalah ciptaan Allah SWT, perlu kita perhatikan dan dirawat dengan baik. Tidak mudah merawatnya untuk bisa menghasilkan suara yang indah. Adanya kegiatan ini tidak hanya menunjukan elok lingkungan saja, tapi suara alam bergema di Kota Probolinggo,” kata Wali Kota Dokter Aminuddin, membuka sambutan pagi itu.
Kepada pecinta burung yang ikut lomba itu, wali kota juga mensosialisasikan program budidaya burung puyuh yang tujuannya untuk mensejahterahkan masyarakat Kota Probolinggo.
“Saya sangat mendukung, mengapresiasi kegiatan ini. Mudah-mudahan terus semangat memelihara burung, melakukan kegiatan yang menghormati alam karena ini suatu anugerah dari Allah SWT,” imbuh Dokter Amin yang didampingi Ketua TP PKK Dokter Evariani.
Sementara itu, kepada Wali Kota Dokter Amin, Ketua Pengurus Daerah (Pengda) Pelestari Perkutut Seluruh Indonesia (PPSI) Kota Probolinggo, Mujiman berharap, Kota Probolinggo bisa menjadi tuan rumah penyelenggaraan Liga Perkutut Indonesia (LPI).
“Kami mohon Bapak Wali, ke depan bisa melaksanaan LPI secara nasional yang insyaallah gelarannya bisa dua kali,” harap Mujiman. Menanggapi hal itu, Dokter Amin pun sepakat dengan harapan tersebut dan bisa terealisasi segera.
Pembukaan Konkurs Seni Suara Alam Burung Perkutut Piala Wali Kota Probolinggo 2026 ditandai dengan pelepasan burung perkutut ke alam bebas. Dilanjutkan memantau gantangan sesaat sebelum lomba dimulai dan berinteraksi dengan peserta pemilik burung. Dokter Amin pun ikut menaikan salah satu sangkar milik peserta dari Surabaya. (fa/pin)



