Road Show MPLS, Wali Kota Aminuddin Pastikan Sekolah Menjadi Ruang Aman, Nyaman dan Menyenangkan

2026

KANIGARAN – Tawa ceria dan semangat para peserta didik baru mewarnai kunjungan Wali Kota Probolinggo Dokter Aminuddin saat meninjau pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di SDN Kebonsari Kulon 1 dan SMP Negeri 4, Kamis (16/7) pagi. Kunjungan ini menjadi wujud komitmen Pemerintah Kota Probolinggo untuk memastikan MPLS berlangsung ramah, aman, bebas perundungan, sekaligus menjadi ruang yang menyenangkan bagi siswa dalam mengenal lingkungan sekolah.

Di SDN Kebonsari Kulon 1, kedatangan Wali Kota Dokter Aminuddin disambut hangat melalui penampilan tari dari siswi berprestasi di bidang seni tari, Yanis Nairaprillia Safitri. Suasana semakin hidup ketika Dokter Aminuddin menyapa para peserta didik baru, berdialog dengan guru, mengajak anak-anak bernyanyi, bercanda, hingga menghafalkan doa dan surat-surat pendek bersama.

Wali kota mengajak para siswa baru kelas 1 berdialog tentang cita-cita mereka di masa depan. Dengan gaya santai dan penuh canda, Dokter Aminuddin bertanya satu per satu mengenai profesi yang ingin diraih. Beragam jawaban pun bermunculan, mulai dari ingin menjadi polisi, guru, hingga wali kota. 

Dalam kesempatan tersebut, wali kota memberikan motivasi kepada para siswa agar tidak pernah takut memiliki cita-cita yang tinggi. "Jangan pernah takut bermimpi besar. Selama kalian rajin belajar, disiplin, dan terus berusaha, cita-cita apa pun bisa diraih. Kota Probolinggo membutuhkan generasi-generasi hebat yang kelak akan membawa kemajuan bagi daerah ini," ujarnya.

Selain memberikan motivasi, Dokter Aminuddin juga mengajak para siswa menjaga kebersihan lingkungan sekolah melalui semangat Bersolek, slogan Kota Probolinggo yang mengandung nilai kebersihan, kesehatan, keindahan, kreativitas, dan semangat membangun kota bersama. Ia mendorong anak-anak untuk berani bertanya, terus belajar, serta mengembangkan potensi yang dimiliki.

"Kami bangga melihat banyak anak-anak Kota Probolinggo memiliki bakat luar biasa, mulai dari seni tari, olahraga, hingga robotik. Teruslah mengembangkan kelebihan masing-masing karena setiap anak memiliki potensi untuk menjadi yang terbaik," katanya.

Lebih lanjut, Wali Kota menegaskan bahwa pelaksanaan MPLS harus menjadi pengalaman pertama yang menyenangkan bagi peserta didik baru. "MPLS bukan tempat untuk perpeloncoan, intimidasi, apalagi kekerasan. Anak-anak harus merasa aman, nyaman, dan bahagia ketika memasuki lingkungan sekolah. Seluruh kegiatan harus dilaksanakan sesuai ketentuan Kementerian Pendidikan dengan mengedepankan nilai-nilai pendidikan yang humanis dan inklusif," tegasnya.

Kepala SDN Kebonsari Kulon 1, Fitri Kamsinah menyampaikan bahwa kehadiran Wali Kota beserta jajaran Pemerintah Kota Probolinggo menjadi penyemangat tersendiri bagi seluruh warga sekolah.

"Kunjungan ini menjadi energi baru bagi kami. Anak-anak merasa diperhatikan dan semakin termotivasi untuk belajar serta berprestasi. Momen ini juga mempererat hubungan antara pemerintah daerah dengan dunia pendidikan dalam suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan," ungkapnya.

Usai meninjau SDN Kebonsari Kulon 1, rombongan melanjutkan kunjungan ke SMP Negeri 4 di Kelurahan Jrebeng Lor, Kecamatan Kedopok. Kehadiran wali kota kembali disambut dengan penampilan tari dari para siswa sebelum kemudian memberikan arahan layaknya memimpin apel kepada seluruh peserta didik baru.

Di hadapan ratusan siswa, Dokter Aminuddin mengapresiasi kreativitas dan semangat yang ditunjukkan para peserta didik. Ia mengajak mereka memiliki cita-cita tinggi, membangun kedisiplinan, dan menjadi generasi yang mampu bersaing di masa depan.

"Mulailah membiasakan diri menjadi anak hebat melalui kebiasaan-kebiasaan baik, seperti bangun pagi, beribadah tepat waktu, menghormati orang tua dan guru, disiplin belajar, menjaga kebersihan, gemar membaca, serta saling menghargai. Karakter yang baik akan menjadi bekal penting untuk meraih kesuksesan," pesannya.

Menurutnya, pendidikan karakter harus berjalan beriringan dengan pengembangan kemampuan akademik agar lahir sumber daya manusia yang unggul sekaligus memiliki kecintaan terhadap budaya dan identitas daerah.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Setiorini Sayekti, menjelaskan bahwa pelaksanaan MPLS telah dimulai sejak Senin (13/7) dan akan berakhir pada Jumat (17/7). Tema MPLS di Kota Probolinggo adalah Hari Baru, Sekolah Aman dan Nyaman untuk Kota Probolinggo Bersolek.

Ia menegaskan, MPLS merupakan fase penting bagi anak-anak untuk mengenal lingkungan belajar yang baru sekaligus membangun karakter sejak hari pertama di sekolah. "Anak-anak harus merasakan bahwa sekolah adalah tempat yang aman, nyaman, dan setara bagi semua. Tidak boleh ada bullying maupun tindakan yang mengganggu kenyamanan peserta didik,” jelas Rini-sapaan Kepala Disdikbud. 

Di sisi lain, lanjutnya, guru juga mulai melakukan identifikasi terhadap karakter dan kebutuhan masing-masing anak. “Termasuk apabila ada yang memerlukan penguatan secara psikologis sehingga dapat diberikan pendampingan sejak dini," tambah Rini lagi. (mir/fa)

BAGIKAN