Semarak Hari Santri 2026, Wali Kota Aminuddin Ajak ASN Perkuat Literasi dan Karakter

2026

KANIGARAN – Suasana berbeda terlihat dalam pelaksanaan Apel Pagi di halaman Kantor Wali Kota Probolinggo, Senin (19/10) pagi. Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional Tahun 2026, Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin bersama Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Probolinggo mengenakan pakaian ala santri.

Bertindak sebagai Pembina Apel, Wali Kota Aminuddin tampil mengenakan sarung berwarna hijau, hem putih,dibalut jas hitam di bagian luar. Sementara itu, para peserta apel juga mengenakan sarung dan baju muslim, menyesuaikan ketentuan pakaian Hari Santri yang berlaku selama sepekan ke depan, mulai 19 hingga 23 Oktober 2026.

Dalam arahannya, Wali Kota Aminuddin mengatakan, penggunaan sarung bukan sekadar bentuk partisipasi dalam peringatan Hari Santri, melainkan juga menjadi pengingat terhadap kenangan masa kecil, ketika belajar agama di pondok pesantren, musala, dan masjid.

“Memakai sarung ini juga mengingatkan kita pada masa-masa kecil, bermain di pondok, musala, dan masjid. Selain itu, kita juga diingatkan agar mawas diri dan tidak sombong. Kita ini bukan siapa-siapa, sehingga harus selalu menghargai sesama,” ujar Wali Kota dr. Aminuddin.

Menurut bapak dua anak ini, nilai kesederhanaan yang lekat dengan kehidupan santri perlu terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di lingkungan pemerintahan. Setiap aparatur diharapkan mampu menempatkan diri, menghargai orang lain, serta menjalankan tugas dengan sikap rendah hati.

Aminuddin juga menekankan pentingnya ilmu pengetahuan dan literasi sebagai bekal untuk meraih kebahagiaan dunia dan akhirat. Menurutnya, proses belajar tidak boleh berhenti, baik dalam memperdalam ilmu agama maupun mengikuti perkembangan pengetahuan dan perubahan zaman.

“Bicara literasi itu lebih mudah dibandingkan bicara karakter. Kita tahu bangun pagi, salat Subuh, dan bekerja dengan baik itu merupakan hal yang bagus. Namun, bagaimana kita menjadikan pengetahuan tersebut sebagai kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari, itulah yang disebut karakter,” jelasnya.

Amin mencontohkan, pemahaman tentang kedisiplinan dan tanggung jawab harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Bagi ASN, pengetahuan mengenai kewajiban bekerja dengan baik perlu dibuktikan melalui pelaksanaan tugas, kedisiplinan, dan hasil kerja yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Orang nomor satu di kota dengan jargon “Bersolek” ini juga menyampaikan sejumlah agenda yang mewarnai peringatan Hari Santri di Kota Probolinggo, termasuk kegiatan jalan santai yang diikuti hampir 3.000 peserta. Selain itu, terdapat rangkaian kegiatan keagamaan dan kegiatan santri lainnya yang menjadi bagian dari semarak peringatan tahun ini.

Diyah, salah seorang peserta apel menyambut positif kebijakan mengenakan pakaian ala santri selama sepekan. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi pengalaman berbeda sekaligus pengingat untuk kembali menghidupkan nilai-nilai kesederhanaan, kedisiplinan, dan kebersamaan dalam lingkungan kerja.

“Senanglah ya, pastinya (bisa mengenakan busana muslim di hari dan jam kerja). Selain ikut memeriahkan Hari Santri, kegiatan ini juga mengingatkan kita pada pentingnya menjaga sikap, memperkuat nilai keagamaan, dan tetap sederhana dalam menjalankan aktivitas sehari-hari,” ungkapnya. (es/pin)

BAGIKAN