KANIGARAN - Wali Kota Probolinggo Aminuddin dan Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari bersama unsur Forkopimda dan perangkat daerah terkait melakukan monitoring dan evaluasi bahan pokok dan barang penting (bapokting) menjelang Iduladha, Senin (18/5). Tim dibagi dua dengan menyasar lokasi yang berbeda.
Tim yang dipimpin Wali Kota Aminuddin menuju dua lokasi, Toserba Graha Mulia Jalan Dr. Soetomo dan Gudang Bulog di Jalan Lumajang. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Probolinggo Joko Santoso dan Kepala DKUP Slamet Swantoro.
Monev dilakukan sebagai langkah antisipatif terhadap potensi lonjakan harga sekaligus menjaga stabilitas inflasi daerah menjelang meningkatnya kebutuhan masyarakat saat Iduladha 1447 H, yang jatuh pada 27 Mei mendatang. Momentum ini menjadi salah satu faktor yang perlu diantisipasi karena berpotensi memengaruhi kenaikan harga bahan pokok.
“Berdasarkan siklus tahunan, salah satu yang mempengaruhi kenaikan harga tentu momen Iduladha. Maka hari ini bersama Forkopimda dan BPS, kami turun langsung untuk memastikan jangan sampai saat kebutuhan masyarakat memuncak terjadi keadaan yang tidak terkontrol, terutama terkait harga bahan makanan pokok,” ujarnya.
Dari hasil pemantauan di GM maupun gudang Bulog, Dokter Aminuddin – sapaan wali kota, memastikan kondisi stok pangan di Kota Probolinggo sangat aman. Bahkan, menurutnya, cadangan pangan yang tersedia saat ini melimpah.
“Insyaallah ini bukan hanya aman, tetapi sangat aman. Baik untuk beras bantuan pangan, minyak goreng, maupun stok umum untuk kebutuhan Probolinggo Raya,” katanya.
Ia menyebut stok beras di gudang Bulog mengalami peningkatan signifikan dibanding sebelumnya. Jika sebelumnya hanya sekitar 6 ribu ton, kini mencapai sekitar 19 ribu ton. “Jadi sangat aman, bahkan bisa sampai hampir dua tahun ke depan,” ungkapnya. Keberhasilan menjaga stok pangan tidak lepas dari capaian swasembada pangan yang terus diperkuat sejak akhir tahun lalu.
Selain memastikan stok aman, Pemkot Probolinggo juga memantau stabilitas harga di lapangan. Dari hasil sidak, harga bahan pokok terpantau relatif stabil dan masih sesuai ketentuan harga tertinggi.
“Kalau harga di lapangan tadi stabil, baik beras standar maupun premium. Variasinya juga tidak terlalu banyak. Bahkan dalam rapat inflasi, posisi beras sudah di bawah lima besar komoditas yang mempengaruhi inflasi,” terangnya.
Untuk komoditas minyak goreng, Dokter Aminuddin memastikan stok bantuan pangan juga masih tersedia dalam jumlah besar dan siap disalurkan jika sewaktu-waktu diperlukan.
Sementara itu, terkait kondisi inflasi Kota Probolinggo, wali kota menyebut tren inflasi menunjukkan perbaikan signifikan. Angka inflasi yang sebelumnya mencapai 4,1 persen kini turun menjadi 2,7 persen.
“Inflasi kita sangat baik. Dari 4,1 persen pada Desember lalu, sekarang sudah turun menjadi 2,7 persen. Ini hasil operasi pasar bersama Bulog dan BPS yang terus kita genjot hampir tiga minggu terakhir,” pungkasnya.
Monev Sasar Pertokoan, Distributor Hingga Gudang Bulog
Monev oleh Wakil Wali Kota Probolinggo Ina Dwi Lestari dan tim pun menunjukan kondisi yang sama. Ketersediaan bahan pokok di sejumlah distributor dan pusat perbelanjaan relatif aman. Lokasi monev diawali distributor (gudang) Minyakita di Jalan Brantas dan Superindo Suhat Probolinggo.
Dalam kegiatan tersebut, Wawali Ina didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Aries Santoso, Plt Kepala Diskominfo Lucya Aries, Plh Kepala DKPPP, perwakilan DKUP dan Kepala Bagian Prokopim.
Dari hasil sidak di dua lokasi tersebut, pemerintah memastikan ketersediaan bahan pokok dalam kondisi aman. Stok minyak subsidi maupun minyak premium di gudang Jalan Brantas disebut mencukupi hingga akhir Mei 2026.
Kepala Finance Distributor, Arief, menjelaskan bahwa stok Minyakita yang tersedia saat ini mencapai sekitar 3.000 karton. “Stok Minyakita saat ini sekitar 3.000 karton dan harga jual tetap mengikuti ketentuan subsidi dari pemerintah,” jelasnya.
Sementara itu, hasil pemantauan di Superindo menunjukkan ketersediaan bahan pokok seperti beras masih sangat mencukupi bahkan diperkirakan aman hingga tiga bulan ke depan.
Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari mengatakan, hasil monitoring menunjukkan kondisi persediaan bahan pokok di Kota Probolinggo masih aman dan stabil menjelang Iduladha. Ia pun mengimbau masyarakat agar tidak khawatir terhadap ketersediaan maupun harga kebutuhan pokok.
“Bahan pokok cukup aman. Jadi masyarakat tidak perlu resah karena harga juga masih stabil dan tidak ada kenaikan. Tidak perlu membeli secara berlebihan apalagi sampai melakukan penimbunan ya,” ujarnya. (mir/sit/fa)



