KANIGARAN - Wali Kota Probolinggo Aminuddin menghadiri sosialisasi petunjuk teknis Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo, Senin (25/5), di Aula Pertemuan SMP Negeri 9, Jalan Cokroaminoto. Kegiatan ini diikuti kepala sekolah jenjang PAUD, SD dan SMP se-Kota Probolinggo, pengawas, penilik serta panitia SPMB.
Sosialisasi bertujuan memberikan pemahaman kepada seluruh satuan pendidikan terkait ketentuan terbaru pelaksanaan penerimaan murid baru agar berjalan objektif, transparan, akuntabel, berkeadilan dan tidak diskriminatif. Serta kewajiban pelaporan hasil penerimaan ke Dapodik beserta tata laksana pengaduan.
“Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh satuan pendidikan memiliki kesepahaman dan komitmen bersama dalam pelaksanaan penerimaan murid baru serta tersedianya bahan sosialisasi dan dokumen pendukung bagi sekolah,” ujar Plt Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo Ahmad Philip.
Ia menambahkan, kegiatan sosialisasi dilakukan melalui pemaparan materi, diskusi dan tanya jawab. Dimana output yang diharapkan yakni tersampaikannya informasi juknis SPMB Tahun Ajaran 2026/2027 kepada seluruh satuan pendidikan, terbentuknya kesepahaman dan komitmen bersama dalam pelaksanaan penerimaan murid baru, serta tersedianya bahan sosialisasi dan dokumen pendukung bagi sekolah.
Sementara itu, Wali Kota Probolinggo Aminuddin menegaskan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui sistem pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan tantangan global.
Menurutnya, penerapan sistem baru SPMB yang salah satunya menghadirkan tes kemampuan akademik merupakan bagian dari upaya meningkatkan mutu pendidikan dan menyiapkan generasi muda menghadapi Indonesia Emas 2045.
“Tujuan dari semua ini adalah bagaimana kita meningkatkan sumber daya manusia Indonesia sesuai Asta Cita Presiden Prabowo, agar mampu mengejar ketertinggalan dan siap menghadapi perkembangan teknologi di masa depan,” kata Dokter Aminuddin - sapaannya.
Dokter Aminudin menyebutkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Probolinggo terus mengalami peningkatan dari 77,79 menjadi 78,6. Pemerintah kota pun menargetkan IPM mencapai angka 80 pada tahun 2026 agar mampu bersaing di tingkat nasional.
“PR kita masih besar. Karena itu perhatian kita adalah menciptakan suasana aman dan nyaman agar tunas-tunas bangsa ini dapat tumbuh dengan baik. Guru dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan harus kompak untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Probolinggo,” katanya.
Wali kota juga menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi peserta didik, termasuk melalui perhatian terhadap sarana dan prasarana sekolah.
Di akhir sambutannya, ia berharap seluruh peserta dapat memahami secara utuh mekanisme dan kebijakan SPMB Tahun Ajaran 2026/2027 sehingga pelaksanaannya berjalan tertib dan sesuai aturan. “Marilah kita bersama-sama menjaga integritas, memperkuat solidaritas dan meningkatkan pelayanan pendidikan kepada masyarakat,” pungkasnya. (es/fa)



