PROBOLINGGO – Membludaknya antrean BBM di sejumlah SPBU di Kota Probolinggo, membuat pemerintah kota setempat bergerak cepat. Kamis (22/10) pagi, bersama Tim Satgas Gabungan, Sekda Budiono Wirawan sidak ke 2 SPBU untuk memastikan ketersediaan stok pasokan BBM.
Lokasi yang disidak adalah SPBU Kasbah di Jalan Soekarno Hatta dan SPBU Triwung di Jalan Raya Bromo. Selain memastikan stok BBM, sidak ini juga mengantisipasi pembelian tidak wajar yang berpotensi mengarah pada penimbunan.
Sekda Budiono menjelaskan, sidak tersebut merupakan tindak lanjut dari pemantauan yang sebelumnya telah dilakukan oleh Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (DKUMP). Berdasarkan hasil koordinasi dan laporan di lapangan, antrean kendaraan memang mengalami peningkatan dalam beberapa waktu terakhir.
“Memang akhir-akhir ini terjadi antrean panjang, tetapi untuk Kota Probolinggo kondisinya masih bisa teratasi. Dari beberapa keterangan yang kami terima, ada keterlambatan pasokan. Misalnya, permintaan pasokan 16.000 liter, tetapi yang dikirim atau datang terlebih dahulu baru 8.000 liter. Sisanya tetap dikirim, hanya ada jeda waktu dalam pengirimannya sehingga hal itu mengakibatkan antrean panjang,” jelas sekda yang memimpin sidak pagi itu.
Ia menambahkan, peningkatan antrean juga dipengaruhi oleh kepanikan masyarakat atau panic buying yang dipicu informasi mengenai kelangkaan BBM di media sosial. Informasi yang belum dipahami secara utuh dapat menimbulkan kekhawatiran sehingga masyarakat berbondong-bondong membeli BBM dalam waktu bersamaan.
“Akhirnya masyarakat ikut terpancing untuk membeli BBM. Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya, dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan,” pesannya.
Selain memastikan ketersediaan BBM, Budiono menegaskan bahwa sidak juga bertujuan mencegah praktik pembelian berulang dalam jumlah tidak wajar yang berpotensi digunakan untuk penimbunan. Pemerintah Kota Probolinggo telah menyampaikan surat kepada pengelola SPBU agar tidak melayani pembelian menggunakan kendaraan tangki modifikasi atau tangki tunder maupun sarana sejenis yang terindikasi melakukan pembelian berulang.
“Kami juga telah melakukan pembinaan kepada pengawas dan pemilik SPBU agar tidak melayani praktik pembelian semacam itu. DKUMP juga terus melakukan pengecekan secara periodik,” tegasnya.
Wakapolres Probolinggo Kota Kompol Wiwin Rusli, yang ikut dalam sidak menyampaikan, pada pemeriksaan sebelumnya (yang dilakukan pihaknya) ditemukan kendala teknis pada SPBU Triwung. Sebabnya karena kendala jaringan SPBU pusat sehingga operator SPBU melakukan penginputan secara manual sehingga mengakibatkan antrean panjang.
“Kami ingin meluruskan informasi yang kurang tepat terkait kelangkaan BBM. Di wilayah Kota Probolinggo, mayoritas SPBU masih dalam kondisi aman dan stok juga masih tersedia. Dalam pengecekan sebelumnya, kami menemukan adanya gangguan koneksi jaringan pada salah satu SPBU yang berdampak pada pelayanan,” ungkapnya.
Kompol Wiwin menegaskan, kepolisian akan terus melakukan pengawasan, baik secara terbuka maupun tertutup, serta bersinergi dengan Pemkot Probolinggo untuk memastikan ketentuan yang berlaku tetap ditegakkan. Ia juga mengimbau kepada pengelola SPBU agar segera berkoordinasi dengan kepolisian apabila antrean kendaraan mulai meluber hingga ke jalan dan mengganggu kelancaran lalu lintas.
“Kami bersama Pemkot Probolinggo akan terus berkolaborasi dan menegakkan aturan yang berlaku. Jika terjadi antrean sampai meluber ke jalan, pihak SPBU bisa meminta bantuan kepolisian untuk pengamanan lalu lintasnya. Masyarakat juga dapat menyampaikan pengaduan melalui layanan Call Center Polri 110,” tegasnya.
Selain pihak kepolisian, sidak juga diikuti Kepala DKUMP Agus Efendi, Diskominfo, Bagian Perekonomian, Satpol PP dan Helper Checker perwakilan dari Pertamina. Pemkot Probolinggo berharap distribusi BBM tetap berjalan lancar, pelayanan SPBU kepada masyarakat semakin optimal, serta potensi penyalahgunaan pembelian BBM dapat dicegah. Pemerintah juga mengajak masyarakat untuk tetap tenang, menggunakan BBM sesuai kebutuhan, dan bijak menyikapi informasi yang beredar di media sosial. (Dev/fa)
