Tasyakuran Hari Jadi ke-667, Teguhkan Semangat Toleransi dan Kerukunan Warga Kota Probolinggo

2026

MAYANGAN - Usai melaksanakan apel dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-667 Kota Probolinggo Tahun 2026 di Alun-Alun Kota Probolinggo, Jumat (4/9), Wali Kota Probolinggo Aminuddin bersama Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari, jajaran Forkopimda dan undangan lainnya melanjutkan tasyakuran di halaman kantor  Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) di Jalan Suroyo.

Suasana tasyakuran semakin bermakna dengan prosesi pemotongan tumpeng oleh Wali Kota Aminuddin kepada perwakilan etnis Tionghoa. Selanjutnya, Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari menyerahkan tumpeng kepada perwakilan etnis Madura, Kapolres Probolinggo Kota AKBP Rico Yumasri kepada perwakilan etnis Arab, Dandim 0820 Letkol Inf Ribut Yudo kepada perwakilan etnis Jawa, sedangkan Kajari Lilik Setiyawan menyerahkan tumpeng kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Pelibatan berbagai unsur etnis dan tokoh agama dalam tasyakuran tersebut menjadi simbol kebersamaan masyarakat Kota Probolinggo yang hidup berdampingan dalam keberagaman.

Perwakilan etnis Tionghoa Erfan Sutjianto, berharap Kota Probolinggo senantiasa menjadi tempat bernaung yang aman dan nyaman bagi seluruh etnis. Menurutnya, kondisi toleransi dan kerukunan yang selama ini terjaga merupakan kebanggaan bagi masyarakat Kota Probolinggo.

“Menjadi satu kebanggaan menjadi warga Kota Probolinggo dengan tingkat toleransi yang tinggi serta kerukunan di antara warganya. Semoga di ulang tahun Kota Probolinggo yang ke-667 ini senantiasa Kota Probolinggo diberkahi dengan kemakmuran dan kesejahteraan serta dijauhkan dari perpecahan, malapetaka dan musibah,” harapnya.

Sementara itu, perwakilan etnis Jawa, Budi Krisyanto, mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Probolinggo yang melibatkan berbagai etnis dalam momentum Hari Jadi Kota Probolinggo. Menurutnya, keberagaman harus menjadi kekuatan dalam membangun kota secara bersama-sama.

“Tentu etnis Jawa sebagai bagian dari masyarakat Kota Probolinggo menaruh harapan besar bahwa kebijakan Pemerintah Kota Probolinggo berdampak menguatkan dan memperteguh semangat kebangsaan dengan asas berkeadilan bagi seluruh elemen masyarakat, termasuk bagi etnis yang ada di Kota Probolinggo,” ujarnya.

Ia juga berharap pemerintah dapat memperbanyak ruang dialog dan kegiatan yang memperkuat kebersamaan lintas etnis, khususnya bagi generasi muda. “Memperbanyak dialog kebangsaan bagi generasi muda, menggelar festival budaya lintas etnis,” imbuhnya.

Harapan senada disampaikan perwakilan etnis Arab, Jazaanil Husna. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga semangat gotong royong, kemanusiaan dan toleransi meski memiliki latar belakang suku dan bahasa yang berbeda.

“Di bawah langit dan di atas bumi yang sama, Kota Probolinggo, kita harus saling bahu-membahu, humanis dan toleran walaupun berbeda latar belakang dan suku serta bahasa. Karena kita sama dipeluk bumi Pertiwi tercinta Kota Probolinggo,” katanya.

Ia menambahkan, masyarakat memiliki keterikatan yang kuat dengan Kota Probolinggo karena berbagai aktivitas kehidupan berlangsung di kota ini. “Makan dan minum serta aktivitas kita dari Kota Probolinggo, maka di mana bumi dipijak, di sana langit dijunjung. Pepatah Arab mengatakan, hubbul wathon minal iman, yang artinya cinta tanah air sebagian dari iman,” ujarnya.

Dari perwakilan etnis Madura, Hartono, menyampaikan harapan agar Kota Probolinggo semakin maju dan terus menjadi kota yang memberikan harapan bagi masyarakat.

“Kota Probolinggo semakin maju, semakin menjadi harapan masyarakat. Kami dari suku Madura mengucapkan terima kasih yang sudah melibatkan. Kita sama-sama bergerak untuk kemajuan Kota Probolinggo tercinta,” harapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua MUI Kota Probolinggo Ahmad Romli Syah menyampaikan ucapan selamat Hari Jadi ke-667 Kota Probolinggo. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk mensyukuri berbagai rahmat, kedamaian dan kemajuan yang telah diberikan Allah SWT kepada Kota Probolinggo.

“Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Probolinggo mengucapkan puji syukur ke hadirat Allah SWT atas segala rahmat, kedamaian dan kemajuan yang dilimpahkan kepada daerah yang kita cintai ini,” ungkapnya.

Menurutnya, perjalanan panjang Kota Probolinggo hingga usia 667 tahun telah menjadikan kota ini sebagai rumah bersama yang aman, toleran dan penuh keberkahan bagi seluruh masyarakat.

Ahmad menegaskan, MUI Kota Probolinggo berkomitmen untuk terus berjalan berdampingan dengan pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kehidupan sosial dan keagamaan.

“MUI Kota Probolinggo berkomitmen untuk terus berjalan berdampingan dengan pemerintah daerah dan masyarakat dalam memberantas kemaksiatan, menjaga nilai-nilai keagamaan, menguatkan ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, serta mendorong terciptanya tata kehidupan masyarakat yang berakhlak mulia (akhlaqul karimah),” pungkasnya.

Ia pun berharap momentum Hari Jadi ke-667 menjadi penguat persatuan dan kerukunan masyarakat Kota Probolinggo. “Semoga Allah SWT senantiasa memberikan petunjuk, kedamaian serta keberkahan bagi para pemimpin dan seluruh warga Kota Probolinggo, menuju kota yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” pungkasnya.

Wali Kota Probolinggo pun mengajak seluruh elemen masyarakat merefleksi bahwa apa yang dirasakan adalah hasil jerih payah sejak 667 tahun yang lalu sampai sekarang. “Nah, kita punya kewajiban kita untuk melanjutkan. Mari kita jaga hasil-hasil pembangunan selama. Mari kita jaga ketentraman, keamanan. Tidak mungkin orang lain yang akan menjaga kotanya selain warga kotanya sendiri,” serunya. (dy/fa)

BAGIKAN