KANIGARAN – Tiga inovasi pelayanan publik Pemerintah Kota Probolinggo menjalani tahapan verifikasi lapangan dalam ajang Jatim Jagad Inovasi Award (JAWARA) Tahun 2026 Kategori I Pelayanan Publik. Verifikasi dilakukan oleh tim Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Provinsi Jawa Timur, Selasa (13/10), di Ruang Lounge Kantor Pemerintah Kota Probolinggo.
Ketiga inovasi tersebut yakni AMIN SIGAPP (Asesmen Psikologis dan Konseling Sinergi Cegah Perkawinan Anak dan Pemberdayaan Perempuan), BALSEM JUMBO (Bantuan Langsung Sembako Jum’at Barokah), serta SEKALI SERBU TB (Seminggu Sekali Sedot dan Bersihkan Udara Rumah Pasien Tuberculosis untuk Memberantas Tuberculosis dengan UV Boxster).
Kegiatan ini dihadiri Sekretaris Daerah Kota Probolinggo Budiono Wirawan, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Aries Santoso, Asisten Administrasi Umum Retno Fadjar Winarti, Kepala Bapperida Rey Suwigtyo, Kepala Dinas Kesehatan dr. Intan Sudarmadi, Camat Wonoasih Eko Candra Wirawan, serta tenaga kesehatan Puskesmas Ketapang Sunarwan. Sementara itu, tim tamu terdiri dari Sekretaris Badan Riset dan Inovasi Daerah (Sekbrida) Provinsi Jawa Timur Cicilia Rita Juliana Martin, Koordinator Invensi dan Inovasi Rosan Dastimi dan Darmawan Soecahyo.
Sekda Kota Probolinggo Budiono Wirawan menyampaikan, dari enam inovasi yang diusulkan Pemerintah Kota Probolinggo, tiga diantaranya berhasil melaju ke tahap verifikasi lapangan. Ketiganya dinilai memiliki manfaat nyata karena menyasar persoalan mendasar dalam pelayanan kepada masyarakat.
Budiono menjelaskan, ketiga inovasi tersebut memiliki fokus dan sasaran yang berbeda. AMIN SIGAPP berorientasi pada pencegahan perkawinan anak melalui asesmen psikologis dan konseling, sekaligus mendukung pemberdayaan perempuan. BALSEM JUMBO mengedepankan kepedulian sosial melalui bantuan sembako bagi masyarakat yang membutuhkan. Sementara SEKALI SERBU TB menghadirkan pendekatan berbasis teknologi untuk mendukung pengendalian tuberkulosis (TBC).
Menurutnya, inovasi yang dikembangkan tidak sekadar menghadirkan gagasan baru, tetapi juga harus memiliki dampak yang dapat diukur dan dirasakan langsung oleh masyarakat. Salah satunya SEKALI SERBU TB yang memanfaatkan alat UV Boxster untuk membantu upaya pengendalian TBC di lingkungan rumah pasien.
“Dampaknya sudah terukur. Untuk inovasi SEKALI SERBU TB, berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium yang disampaikan, terdapat penurunan bakteri atau kuman hingga 58 persen. Biaya pembuatannya juga relatif terjangkau, sekitar Rp3 juta,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bapperida Kota Probolinggo Rey Suwigtyo menekankan, keberhasilan inovasi tidak semata-mata diukur dari penghargaan yang diperoleh, melainkan dari kemampuannya menjawab persoalan konkret, menjangkau kelompok sasaran, serta memberikan manfaat berkelanjutan. Karena itu, tahapan verifikasi lapangan menjadi momentum untuk menunjukkan penerapan inovasi sekaligus memperoleh masukan bagi pengembangannya.
Dalam proses verifikasi, tim melakukan peninjauan terhadap sejumlah lokasi penerapan inovasi, diantaranya Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) AMANAH, Kecamatan Wonoasih, dan Puskesmas Ketapang. Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung pelaksanaan program, mekanisme pelayanan, keterlibatan para pihak, serta bukti pendukung manfaat inovasi.
“Harapan kita, dari tiga inovasi yang diverifikasi ini, ada yang bisa lolos ke tingkat provinsi dan menjadi juara,” pungkas Budiono.
Sementara itu, Sekbrida Jawa Timur Cicilia, menjelaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan tahapan pencarian fakta atau fact finding untuk memastikan kesesuaian antara paparan inovasi dengan pelaksanaannya di lapangan.
“Kami ke sini untuk fact finding, melihat kenyataan apakah inovasi yang kemarin dipaparkan Pak Wali benar-benar diterapkan. Kami akan melihat bagaimana penerapannya, mulai dari Amin Sigapp di Puspaga, Balsem Jumbo di lapangan, hingga Sekali Serbu TB dengan melakukan wawancara bersama pasien,” jelas Cicil.
Cicil menegaskan, verifikasi lapangan menjadi tahapan akhir sebelum pengumuman dan pemberian penghargaan JAWARA 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada November mendatang di Surabaya. Usai diterima di Kantor Pemkot Probolinggo, tim melanjutkan kunjungan ke sejumlah lokasi untuk melihat langsung pelaksanaan ketiga inovasi tersebut. (es/pin)
