Tim Pembina UKS/M Kota Probolinggo Mulai Lakukan Rangkaian Monev ke Sekolah-Sekolah

2026

MAYANGAN – Tim Pembina UKS/M (Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah) Kota Probolinggo melakukan monitoring dan evaluasi (monev) rutin tahunan. Beberapa sekolah dari jenjang KB/TK/RA, SD/MI, SMP/MTs akan dikunjungi untuk melihat fasilitas penunjang kesehatan sekolah. Tim yang terdiri dari perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinkes P2KB, Diskominfo, Kantor Kemenag, Bagian Kesra, kantor kecamatan, dan UPTD Puskesmas setempat itu rencananya akan melakukan rangkaian kegiatan monev mulai Senin (8/6) hingga Jumat (13/6).

Ada lima sekolah yang mengikuti monev di hari pertama, yakni RA Nurul Islam, MI Nurul Islam, SMP Sunan Giri, MTs Muhammadiyah, dan SDN Mangunharjo 4. Salah satu anggota tim monev dari Dinas Kesehatan P2KB, Utami Putri Pertiwi, mengatakan bahwa kunjungan ini dilakukan secara mendadak tanpa pemberitahuan sebelumnya agar tim dapat melihat kondisi riil kebersihan dan fasilitas di sekolah.

"Memang kunjungan ini tidak kami beritahukan terlebih dahulu. Jadi mendadak, langsung di situ kami melihat ada beberapa sekolah yang kebersihannya masih kurang," terangnya.

Anggota tim lainnya dari Bagian Kesejahteraan Rakyat, Indriyani, menambahkan bahwa kegiatan ini bersifat pembinaan, bukan sekadar penilaian, untuk membantu sekolah memenuhi standar kesehatan yang ditetapkan. Fungsional Analis Kebijakan di Bagian Kesra itu menyebut beberapa indikator yang masuk dalam kriteria monev, di antaranya ruang belajar, kamar mandi dan WC, serta kelengkapan ruang UKS.

"Indikatornya mulai dari ruang belajar, kamar mandi, WC, hingga ruang UKS itu sendiri. Apakah sudah lengkap, ada tempat tidur, tempat obat-obatan, alat ukur tinggi badan, seperti itu secara menyeluruh," jelas Indriyani.

Sementara itu, di sela kegiatan monev, Kepala SDN Mangunharjo 4, Ervi Erina Susanti, menerangkan bahwa beberapa temuan disampaikan oleh tim untuk dilakukan perbaikan. Dirinya bersama tim guru akan menyusun rencana tindak lanjut guna menciptakan lingkungan sekolah yang sehat dan nyaman.

"Yang jelas soal sampah. Memang harus secepatnya kami berbenah, karena sekolah kami juga merupakan sekolah Adiwiyata yang baru saja meraih predikat Adiwiyata Provinsi pada tahun 2025. Setiap hari kami menyampaikan bahwa sampah harus dipilah. Mungkin sebagian juga karena tulisan penanda tempat sampah sudah usang dan belum kami perbaiki, sehingga anak-anak membuang sampah sembarangan," terangnya. (dp/pin)

BAGIKAN