KANIGARAN - Tim Penggerak PKK Kota Probolinggo menggelar kegiatan Pondok Ramadan 1447 H/2026 M dengan melibatkan pengurus dan anggota TP PKK, sejumlah organisasi wanita serta anak-anak yatim dan kaum dhuafa di Rumah Jabatan Wali Kota Probolinggo, Jumat (6/3).
Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin, yang hadir bersama Wawali Ina Dwi Lestari, Penjabat Sekda Kota Rey Suwigtyo, Ketua TP PKK dr. Evariani menekankan bahwa perempuan memiliki peran penting dalam pembangunan daerah. Menurutnya, pemberdayaan perempuan menjadi salah satu kunci dalam mendorong kemajuan Kota Probolinggo.
“Perempuan memiliki peran yang sangat penting dalam pembangunan daerah. Ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anak sekaligus pilar utama dalam membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah. Oleh karena itu, melalui kegiatan seperti Pondok Ramadan ini, Saya berharap perempuan di Kota Probolinggo semakin berdaya, mandiri, dan mampu menginspirasi masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan Pondok Ramadan tidak hanya menjadi sarana meningkatkan keimanan, tetapi juga menambah ilmu pengetahuan. Menurutnya, ilmu menjadi modal penting dalam melakukan perubahan. “Ilmulah kunci untuk perubahan. Tidak ada modal dasar yang lebih kuat daripada ilmu. Semua ilmu pada dasarnya bersumber dari Al-Qur’an dan hadis,” jelasnya.
Selain itu, Aminuddin juga mengajak para peserta untuk turut mendukung program pembangunan kota melalui program “Bersolek” yang menjadi city branding Kota Probolinggo. Program tersebut merupakan akronim dari Bersih, Elok, Ramah, Sejahtera, Original, Lestari, Edukasi, dan Kreatif.
Menurutnya, semangat bersolek tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan fisik kota, tetapi juga melalui perubahan sikap dan perilaku masyarakat. “Bersih merupakan bagian dari iman. Karena itu saya berharap ibu-ibu dapat menjadi penggerak di lingkungannya masing-masing untuk menjaga kebersihan dan menginspirasi masyarakat,” katanya.
Ia juga menyampaikan bahwa berbagai program pembangunan dan penguatan ekonomi terus dilakukan pemerintah kota, salah satunya melalui pengembangan potensi lokal dan kegiatan ekonomi kreatif masyarakat.
“Pemerintah Kota Probolinggo terus mendorong pembangunan dan penguatan ekonomi masyarakat melalui pengembangan potensi lokal dan ekonomi kreatif. Saya berharap perempuan, khususnya melalui PKK dan organisasi wanita, dapat mengambil peran aktif dalam mengembangkan berbagai potensi tersebut sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat,” kata wali kota.
Di kesempatan yang sama, Ketua Pokja I TP PKK Kota Probolinggo, Jetty Ernawati, dalam laporannya menyampaikan pelaksanaan Pondok Ramadan ini didasarkan pada beberapa hal. Di antaranya menindaklanjuti program prioritas Tim Penggerak PKK Pusat dan Provinsi Jawa Timur, khususnya dalam penguatan kepedulian sosial dalam keluarga, serta program kerja TP PKK Kota Probolinggo tahun 2026.
“Melalui kegiatan ini kami ingin mempererat tali silaturahmi antar organisasi wanita di Kota Probolinggo, meningkatkan iman dan takwa, sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial kepada sesama. Kami juga berharap kegiatan ini dapat membentuk karakter Islami dalam kehidupan sehari-hari serta melahirkan perempuan yang berdaya, mandiri, dan mampu menginspirasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, sasaran kegiatan terbagi menjadi dua. Pertama, peserta Pondok Ramadan sebanyak 300 orang yang berasal dari berbagai organisasi wanita di Kota Probolinggo, antara lain IKATRI DPRD, Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI), Bhayangkari, Persit Kartika Chandra Kirana, Dharma Wanita Persatuan, Perwosi, Aisyiyah, PC dan PAC Muslimat, serta pengurus PKK tingkat kota, kecamatan, dan kelurahan. Sasaran kedua adalah penerima santunan yang terdiri dari 100 anak yatim dan 240 kaum duafa. Bantuan sosial ini bekerja sama dengan BAZNAS setempat.
“Rangkaian kegiatan Pondok Ramadan diawali dengan khatmil Qur’an dan penyerahan santunan kepada anak yatim dan duafa, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Ketua TP PKK Kota Probolinggo serta tausiyah dari Ustaz Muhammad Zainal Arifin dari Surabaya,” kata Jetty.
Sementara itu, Ketua TP PKK dr. Evariani menambahkan melalui ajang komunikasi dan kemitraan ini dapat mewujudkan misi meningkatkan sumber daya perempuan di Kota Probolinggo lebih termotivasi untuk memberdayakan diri sendiri dan masyarakat.
“Saya selaku Ketua TP PKK memberikan pesan bagaimana kita sebagai perempuan harus berdaya, memiliki bekal spiritual. Di momen Ramadan ini, kita tingkatkan ketakwaan, apabila perempuan tanpa memiliki spiritual tinggi, kita tidak bisa menyelesaikan masalah diri, keluarga, hingga mengawal anak-anak menjadi pemimpin bangsa,” tutur Evariani. (mir/fa)



