MAYANGAN – Kejuaraan Bola Voli Wali Kota Cup Se-Jawa Timur 2026 resmi ditutup oleh Wali Kota Probolinggo Dokter Aminuddin, Minggu (5/7), setelah berlangsung selama enam hari sejak 30 Juni hingga 5 Juli 2026. Penutupan berlangsung meriah dengan dihadiri forkopimda, KONI, PBVSI, para atlet, ofisial, serta masyarakat pecinta bola voli.
Kehadiran wali kota dalam seremoni penutupan menjadi bukti komitmen Pemerintah Kota Probolinggo dalam mendukung pembinaan olahraga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui penyelenggaraan event olahraga berskala regional.
Kejuaraan yang diikuti 91 klub putra dan putri dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur tersebut menghadirkan persaingan yang ketat. Sebanyak 16 klub berasal dari Kota Probolinggo, menunjukkan antusiasme tinggi terhadap perkembangan olahraga bola voli di daerah.
Pada kategori putri, Hans Surabaya berhasil keluar sebagai juara pertama, disusul V3 Blitar di posisi kedua. Juara ketiga bersama diraih Stivo Kota Probolinggo dan Forko Banyuwangi.
Sementara pada kategori putra, gelar juara pertama diraih Indomaret, juara kedua ditempati tim Awangga Surabaya, sedangkan juara ketiga bersama diraih Palaka Kota Probolinggo dan Satria Mojokerto.
Panitia menyediakan total hadiah pembinaan sebesar Rp 15 juta, dengan rincian juara pertama memperoleh Rp 3 juta, juara kedua Rp 2 juta, dan juara ketiga bersama masing-masing menerima Rp1 juta, baik untuk kategori putra maupun putri.
Ketua PBVSI Kota Probolinggo, Agus Efendi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya penyelenggaraan kejuaraan tersebut. Menurut Agus, selama enam hari pelaksanaan, lebih dari 800 atlet dan ofisial dari berbagai daerah menginap serta menikmati berbagai layanan di Kota Probolinggo.
Kondisi tersebut memberikan dampak positif terhadap sektor perhotelan, kuliner, transportasi, hingga pelaku UMKM setempat. Ia menambahkan, penyelenggaraan wali kota cup tidak hanya bertujuan mencari juara, tetapi juga menjadi wadah pembinaan atlet muda.
"Kejuaraan ini menjadi sarana menjaring bibit-bibit atlet bola voli potensial, baik untuk Kota Probolinggo maupun Jawa Timur. Selain itu, piagam penghargaan yang diperoleh para atlet juga dapat dimanfaatkan sebagai salah satu syarat jalur prestasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi," jelasnya.
Dalam sambutannya saat menutup kejuaraan, Wali Kota Probolinggo memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah menunjukkan semangat sportivitas dan persaudaraan selama kompetisi berlangsung.
"Saya bangga melihat semangat juang seluruh atlet yang datang dari berbagai daerah di Jawa Timur. Kalian telah menunjukkan bahwa olahraga bukan hanya tentang menang dan kalah, tetapi tentang disiplin, kerja keras, persahabatan, dan karakter,” kata Dokter Aminuddin.
Pemerintah Kota Probolinggo, lanjut wali kota, akan terus berkomitmen menghadirkan event-event olahraga berkualitas sebagai wadah pembinaan atlet sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat. “Saya berharap dari kejuaraan ini lahir atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama Kota Probolinggo, Jawa Timur, bahkan Indonesia. Dengan mengucapkan Alhamdulillah, Kejuaraan Bola Voli Wali Kota Cup Se-Jawa Timur Tahun 2026 secara resmi saya nyatakan ditutup," katanya.
Riuh tepuk tangan para atlet dan penonton mengiringi penutupan kejuaraan yang berlangsung penuh semangat. Keberhasilan penyelenggaraan Wali Kota Cup Se-Jawa Timur 2026 diharapkan menjadi agenda tahunan yang semakin memperkuat posisi Kota Probolinggo sebagai salah satu pusat pembinaan bola voli sekaligus destinasi penyelenggaraan event olahraga di Jawa Timur. (sit/fa)



