KANIGARAN - Pemerintah Kota Probolinggo menggelar upacara peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 sekaligus Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026 di halaman Kantor Wali Kota, Selasa (28/7). Peserta upacara melibatkan gerakan koperasi, pendamping keluarga, Duta GenRe hingga ASN setempat.
Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin hadir bersama Wawali Ina Dwi Lestari, Ketua TP PKK dr. Evariani, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Budiono Wirawan, kepala perangkat daerah, serta para camat se-Kota Probolinggo.
Dalam upacara dibacakan sejarah singkat Hari Keluarga Nasional oleh Kepala Dinkes P2KB dr. Intan Sudarmadi. Ia menjelaskan bahwa Harganas berakar dari peristiwa bersejarah pada 29 Juni 1949, ketika para pejuang Indonesia kembali berkumpul bersama keluarga setelah penarikan pasukan Belanda. Momen tersebut menjadi simbol pentingnya keluarga sebagai fondasi utama dalam mempertahankan bangsa.
"Perayaan Hari Keluarga Nasional pertama kali diselenggarakan pada tahun 1993 dan kemudian diperkuat melalui keputusan presiden pada tahun 2014. Selain itu, tanggal 29 Juni juga menjadi tonggak dimulainya Program Keluarga Berencana pada tahun 1970 sebagai upaya mewujudkan keluarga yang sejahtera," jelasnya.
Harganas bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai delapan fungsi keluarga sebagai landasan dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, serta memiliki ketahanan sosial yang kuat.
Sementara itu, Wali Kota Aminuddin yang bertindak sebagai inspektur upacara menegaskan bahwa kemajuan bangsa tidak dapat dipisahkan dari kekuatan ekonomi rakyat yang bertumpu pada koperasi.
"Indonesia tidak akan benar-benar berjaya apabila ekonomi rakyat tetap tertinggal. Indonesia tidak akan menjadi negara yang maju apabila desa-desa belum berdaya," tegasnya.
Menurutnya, koperasi harus terus bertransformasi mengikuti perkembangan zaman melalui modernisasi dan digitalisasi agar mampu menjadi motor penggerak perekonomian daerah. Pemerintah juga mendorong keterlibatan generasi muda dalam pengelolaan koperasi sehingga mampu menciptakan sistem ekonomi yang inovatif, adaptif, dan berdaya saing global.
Di sisi lain, wali kota juga mengingatkan pentingnya membangun keluarga yang tangguh sebagai fondasi pembangunan bangsa. Ia menekankan peran aktif ayah dalam pengasuhan anak sebagai salah satu langkah strategis untuk mencegah stunting dan mencetak generasi yang sehat, cerdas, serta berkarakter menuju Indonesia Emas 2045.
"Semangat gotong royong harus terus kita hidupkan, baik dalam membangun ekonomi kerakyatan melalui koperasi maupun dalam memperkuat ketahanan keluarga. Sinergi keduanya menjadi fondasi penting bagi kemajuan Kota Probolinggo dan Indonesia," ujarnya.
Pada kesempatan itu, juga diserahkan berbagai penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan prestasi berbagai elemen masyarakat. Antara lain penghargaan Kampung Keluarga Berkualitas tingkat Provinsi Jawa Timur, yakni Kampung KB Ceria Kelurahan Curahgrinting, serta kepada sejumlah aparatur sipil negara yang memasuki masa purna tugas.
Selain itu, berbagai instansi dari sektor kesehatan, pendidikan, hingga lingkungan hidup turut menerima penghargaan atas kontribusi dan kinerja mereka dalam mendukung pembangunan daerah. (dy/fa)



