Verifikasi Faktual Calon Pimpinan BAZNAS Kota Probolinggo Masuki Tahap Akhir

2026

KOTA PROBOLINGGO – Pemerintah Kota Probolinggo menggelar kegiatan Pelaksanaan Verifikasi Faktual (wawancara) secara luring bagi calon pimpinan BAZNAS Kota Probolinggo periode 2026–2031, Selasa (5/5). Kegiatan ini berlangsung di Lounge Kantor Wali Kota Probolinggo, Jalan Panglima Sudirman, sebagai tahapan krusial dalam menentukan sosok pemimpin lembaga pengelola zakat tersebut.

Ketua Tim Seleksi, Budiono Wirawan, menjelaskan kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari tahapan akhir proses seleksi, yakni verifikasi faktual yang melibatkan BAZNAS RI dan BAZNAS Provinsi Jawa Timur. “Tahapan ini menjadi bagian penting untuk mendalami secara langsung kompetensi dan kesiapan para calon. Dari 10 kandidat yang ada, nantinya akan dipilih 5 nama untuk direkomendasikan kepada Wali Kota sebagai pimpinan BAZNAS Kota Probolinggo,” ujarnya.

Hadir dalam proses tersebut jajaran pimpinan BAZNAS Provinsi Jawa Timur Syaidah Sapuan dan Syarifuddin, serta Wakil Ketua IV Husnul Khuluq yang bertindak sebagai tim panitia seleksi. Mereka melakukan pendalaman secara komprehensif guna memastikan setiap kandidat memiliki kapasitas yang memadai.

Budiono yang juga menjabat sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkot Probolinggo menambahkan, terdapat tiga indikator utama yang menjadi tolok ukur seleksi, yakni tes CAT untuk mengukur kemampuan dasar, penulisan makalah, serta wawancara. “Ketiga indikator ini dirancang untuk melihat kompetensi secara menyeluruh, baik dari sisi intelektual, konseptual, maupun integritas personal,” jelasnya.

Ia bersama tim seleksi yang melibatkan unsur Ketua MUI dan Kepala Kementerian Agama berharap proses ini mampu melahirkan pimpinan BAZNAS yang kompeten, profesional, dan amanah. “Harapannya, BAZNAS Kota Probolinggo ke depan dapat bersinergi lebih kuat dengan pemerintah daerah dalam upaya pengentasan kemiskinan,” tambah Budiono.

Wali Kota Probolinggo, Aminuddin, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menegaskan pentingnya tahapan verifikasi faktual ini. “Proses ini memastikan para calon pimpinan memiliki integritas, kompetensi, serta komitmen kuat dalam mengelola zakat secara profesional, transparan, dan akuntabel,” ungkapnya.

Melalui rangkaian seleksi ini, Pemerintah Kota Probolinggo berharap terpilih pimpinan BAZNAS yang tidak hanya memenuhi persyaratan administratif, tetapi juga memiliki integritas tinggi serta dedikasi dalam melayani masyarakat. Selain itu, pimpinan terpilih diharapkan mampu memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mengoptimalkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah agar lebih tepat sasaran.

BAZNAS juga didorong untuk terus berinovasi dalam penghimpunan dan pendayagunaan dana umat, sehingga manfaatnya semakin luas, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan.

Selama kegiatan berlangsung, suasana terpantau tertib dan kondusif. Para peserta mengikuti proses wawancara dengan penuh kesungguhan, sementara tim seleksi melakukan penilaian secara objektif dan mendalam sesuai ketentuan yang berlaku. (vv/pin)

 

BAGIKAN