KANIGARAN - Pemerintah Kota Probolinggo mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam kampanye We Love Cities 2026. Kampanye lingkungan yang diinisiasi World Wide Fund for Nature (WWF) ini menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekaligus mempromosikan Kota Probolinggo sebagai kota yang berkomitmen terhadap pembangunan berkelanjutan.
Ajakan tersebut disampaikan Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin saat Sosialisasi Kampanye We Love Cities 2026 di ruang Command Center Kantor Wali Kota Probolinggo, Rabu (28/10) siang. Kegiatan ini dihadiri Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari, Sekretaris Daerah Budiono Wirawan, para asisten, Kepala Kantor Kementerian Agama, kepala perangkat daerah, camat, serta perwakilan puskesmas, baik hadir secara luring maupun daring.
Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin menegaskan, kampanye We Love Cities bukan sekadar kompetisi untuk memperoleh dukungan publik, melainkan gerakan bersama dalam membangun rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap masa depan kota.
“Kita berharap seluruh komponen masyarakat di Kota Probolinggo bisa mengambil peran aktif. Ini merupakan kampanye tentang lingkungan, bagaimana masyarakat dilibatkan dalam rangka memelihara lingkungan hidup kita,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Kota Probolinggo memiliki rekam jejak membanggakan dalam ajang yang diselenggarakan WWF tersebut. Pada 2022, Kota Probolinggo berhasil meraih predikat Global Winner. Sementara pada 2026, Kota Probolinggo memperoleh peringkat kedua nasional dalam ajang One Planet City Challenge (OPCC), setelah DKI Jakarta dan diikuti Kota Balikpapan pada peringkat ketiga.
Capaian tersebut mengantarkan Kota Probolinggo bersama Kota Balikpapan untuk mewakili Indonesia dalam kampanye We Love Cities 2026, yang diikuti 29 kota dari 18 negara.
Menurut Aminuddin, partisipasi masyarakat menjadi faktor penting dalam menyukseskan kampanye yang berlangsung mulai 31 Oktober hingga 30 November 2026 tersebut. Karena itu, seluruh ASN diminta menjadi penggerak sekaligus teladan dalam menyebarluaskan aksi nyata pelestarian lingkungan.
“Mulai tanggal 31 Oktober nanti, kita harus bergerak bersama. Saya berharap media sosial di Kota Probolinggo dipenuhi konten-konten positif tentang lingkungan dan berbagai upaya pembangunan berkelanjutan yang telah kita lakukan,” tegasnya.
Aminuddin juga meminta agar kampanye tersebut melibatkan sekolah, pondok pesantren, pelaku UMKM, komunitas, hingga masyarakat di tingkat RT dan RW. Dengan demikian, pesan kepedulian lingkungan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Berbagai program yang telah dijalankan Pemkot Probolinggo, menurutnya, dapat menjadi materi kampanye. Diantaranya pengelolaan sampah, penghijauan, pengembangan bank sampah di setiap RW, serta pengolahan sampah melalui fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF). Ia juga mendorong masyarakat untuk mengangkat potensi Kota Probolinggo sebagai kota mangga dengan membiasakan penanaman dan pemeliharaan pohon di lingkungan rumah maupun tempat kerja.
“Banyak sekali yang bisa kita angkat, mulai dari persampahan, penghijauan, keindahan, hingga lingkungan yang nyaman. Apa saja yang berhubungan dengan alam dan membuat kita lebih bahagia tinggal di kota ini bisa menjadi bagian dari kampanye kita. Mari kita jadikan We Love Cities 2026 sebagai gerakan bersama,” tambahnya.
Sebelumnya, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Probolinggo Rey Suwigtyo menjelaskan, keikutsertaan Kota Probolinggo dalam kampanye ini merupakan kelanjutan dari partisipasi pada tahun-tahun sebelumnya. Kampanye tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk memperluas pengenalan Kota Probolinggo di tingkat global sebagai kota pesisir yang berkomitmen terhadap pembangunan berkelanjutan.
Ia menekankan bahwa keberhasilan kampanye membutuhkan dukungan seluruh perangkat daerah beserta mitra kerjanya. Tidak hanya melalui aktivitas di media sosial, tetapi juga melalui implementasi kebiasaan ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.
“Mulai dari menghemat energi, bersepeda, memilah sampah, hingga menerapkan pola hidup ramah lingkungan. Kegiatan tersebut bisa didokumentasikan dalam bentuk foto atau video untuk dibagikan selama masa kampanye,” jelas pria yang bisa disapa Tyok itu.
Sementara itu, Kepala Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Bapperida Kota Probolinggo, Rochana Lutfiah, memaparkan lima tema aksi yang dapat diangkat masyarakat dalam kampanye We Love Cities 2026.
Kelimanya meliputi We Love to Get Around, yakni membiasakan penggunaan transportasi ramah lingkungan; We Love the Power of Nature, yaitu menghemat energi dan air serta menjaga alam; We Love Green Building, melalui penciptaan bangunan dan lingkungan hijau; We Love Clean Living, dengan membiasakan hidup bersih dan pengelolaan sampah; serta We Love Good Food, melalui konsumsi pangan sehat dan berkelanjutan.
Untuk mendukung kampanye tersebut, masyarakat dapat mengunggah foto atau video aksi ramah lingkungan, memberikan saran dan masukan bagi pembangunan Kota Probolinggo melalui kanal resmi We Love Cities, serta berpartisipasi dengan memberikan like, comment, dan share pada unggahan pertama kampanye di akun media sosial resmi Pemkot Probolinggo yang telah terdaftar.
Platform yang digunakan meliputi Facebook, Instagram, TikTok, dan YouTube. Bapperida bersama perangkat daerah terkait juga akan menyosialisasikan mekanisme partisipasi serta mendorong seluruh perangkat daerah untuk menyiapkan materi publikasi yang relevan.
Khusus untuk perangkat daerah, camat, dan lurah, dukungan diharapkan diteruskan kepada ASN, satuan pendidikan, mitra kerja, RT/RW, serta kelompok masyarakat di wilayah masing-masing. Kementerian Agama juga diharapkan turut menyebarluaskan informasi kampanye kepada pondok pesantren dan satuan pendidikan di bawah kewenangannya. (es/pin)
