Wali Kota Aminuddin Paparkan Transformasi Digital dan Tata Kelola Pemerintahan Berkelanjutan

2026

KANIGARAN – Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, menjadi narasumber Kuliah Umum Program Studi Magister Ilmu Administrasi Publik (MIAP) Universitas Terbuka (UT) secara daring, Sabtu (19/9). Dari Lounge Kantor Wali Kota Probolinggo, Aminuddin mengikuti kegiatan tersebut bersama jajaran pejabat dan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Probolinggo.

Kuliah umum tersebut mengangkat tema “Transformasi Manajemen Publik: Sinergi Akademik dan Praktik Pemerintahan Daerah untuk Mewujudkan Tata Kelola yang Inovatif, Adaptif, dan Berkelanjutan”, dengan subtema “Pemerintahan Berkelanjutan (Sustainable Governance) melalui Pemanfaatan Teknologi Digital dan Inovasi Publik.”

Kegiatan berlangsung dalam suasana santai, namun tetap fokus pada substansi materi. Rektor Universitas Terbuka, Ali Muktiyanto, dalam sambutannya menekankan pentingnya keterhubungan antara teori akademik dan praktik pemerintahan. 

Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya memperoleh pemahaman teoritis, tetapi juga perlu melihat bagaimana teori tersebut diterapkan dalam praktik pemerintahan dan kehidupan nyata.

“Dunia praktik dapat memvalidasi teori. Apa yang dipelajari kemudian diterapkan dalam dunia nyata. Di era new public management, birokrasi dituntut lebih sederhana, reliabel dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Karena itu diperlukan langkah-langkah praktis dan strategis yang adaptif untuk memastikan keberlanjutan pembangunan,” ujarnya.

Ia menambahkan, kehadiran praktisi pemerintahan dalam perkuliahan menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperoleh gambaran nyata mengenai strategi dan inovasi dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Dalam pemaparannya, Wali Kota Aminuddin menjelaskan berbagai program pembangunan, capaian, tata kelola pemerintahan serta inovasi yang dikembangkan Pemerintah Kota Probolinggo untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.

Aminuddin juga menyoroti transformasi pola kerja pemerintahan melalui penguatan sistem digital. Menurutnya, digitalisasi menjadi bagian penting dalam mempercepat proses pembangunan, terutama dalam pengendalian, evaluasi dan pemantauan program secara real time.

“Transformasi digital bukan sekadar mengubah sistem menjadi digital, tetapi bagaimana teknologi dapat memperkuat sistem pemerintahan sehingga proses pembangunan menjadi lebih cepat, terukur dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Materi tersebut mendapat respons antusias dari mahasiswa. Pada sesi diskusi dan tanya jawab, mahasiswa menggali lebih jauh mengenai proses pembangunan Kota Probolinggo, termasuk strategi pemerintah daerah dalam menghadapi perubahan serta mengoptimalkan teknologi dan inovasi dalam pelayanan publik.

Paparkan Arah Pembangunan Kota hingga 2045

Usai kuliah umum, Wali Kota Aminuddin bersama jajaran pejabat dan kepala OPD melanjutkan agenda internal berupa paparan dashboard pimpinan.

Dalam forum tersebut, Aminuddin membahas arah pembangunan Kota Probolinggo melalui perencanaan jangka panjang hingga 2045. Pemerintah daerah didorong menyusun perencanaan pembangunan dengan memanfaatkan data historis, capaian pembangunan saat ini serta proyeksi kebutuhan dan target pada tahun-tahun mendatang.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat menghasilkan perencanaan yang lebih terukur dan mampu membaca perkembangan pembangunan secara lebih komprehensif.

“Ke depan, perencanaan pembangunan harus semakin berbasis data. Kita melihat capaian dari tahun-tahun sebelumnya, kondisi saat ini, kemudian memproyeksikan kebutuhan dan target pembangunan ke depan. Dengan dukungan digitalisasi dan transformasi sistem, kita bisa melakukan pengendalian, evaluasi dan pemantauan secara lebih cepat,” kata Aminuddin.

Ia menegaskan, transformasi digital harus bermuara pada peningkatan kualitas pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat. Pemerintah Kota Probolinggo, lanjutnya, akan terus mendorong kemajuan di berbagai sektor, mulai dari infrastruktur, pelayanan publik hingga penguatan ekonomi masyarakat.

“Tujuan akhirnya adalah bagaimana pembangunan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kota Probolinggo harus terus maju, infrastrukturnya semakin baik, pelayanan publik semakin berkualitas dan ekonomi masyarakat semakin meningkat, sehingga pembangunan benar-benar bermuara pada keadilan sosial, khususnya bagi warga Kota Probolinggo,” pungkasnya. (vv/pin)

BAGIKAN