KANIGARAN – Di tengah hari libur cuti bersama, Jumat (15/5) siang, Wali Kota Probolinggo Aminuddin tak berdiam diri. Tiba-tiba ia ingin berkomunikasi dengan para jemaah haji kota ini yang sedang menjalankan ibadah di tanah suci. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti komunikasi virtual melalui Zoom Meeting yang juga disiarkan langsung lewat akun TikTok pribadinya.
Kabar terkini pun disampaikan oleh jemaah haji yang bergabung saat itu. Hari ini mereka sedang berada di Makkah. Dalam kesempatan itu, Wali Kota Aminuddin menyapa sejumlah jemaah dan petugas haji asal Kota Probolinggo. Di antaranya anggota DPRD Issah Junaidah, Syaiful Rohman dan Eko Purwanto. Turut hadir pula Kepala Disperinaker Retno Fajar Winarti, petugas kesehatan haji dr. Mega Ratnasari, Kasubag Protokol Firman Wigahadi Pratama serta Kepala Kementerian Haji dan Umrah Didik Heriadi.
Dalam dialog tersebut, wali kota menerima laporan perkembangan kondisi jemaah haji asal Kota Probolinggo. Sebagian besar jemaah diketahui telah menyelesaikan rangkaian ibadah awal, mulai dari miqat, tawaf, hingga sai, dan kini tengah bersiap menghadapi puncak ibadah haji di Padang Arafah.
“Alhamdulillah, jemaah bisa menjalankan ibadah hajinya. Walaupun ada satu jemaah yang sedang dirawat dan belum sempat ke Makkah, sementara 311 jemaah lainnya bersama petugas sudah berada di Makkah dan menjalankan rangkaian ibadah mulai dari miqat, tawaf, hingga sai. Saat ini tinggal menunggu keberangkatan menuju Padang Arafah pada 9 Dzulhijah,” ujar Dokter Amin.
Ia menjelaskan, komunikasi virtual tersebut dilakukan dengan menyesuaikan perbedaan waktu antara Indonesia dan Makkah yang terpaut empat jam. Menurutnya, kegiatan ini menjadi sarana silaturahmi sekaligus bentuk perhatian Pemerintah Kota Probolinggo kepada para jemaah yang tengah menunaikan ibadah di tanah suci.
“Kita ingin memastikan para jemaah tetap nyaman dan khusyuk menjalankan ibadah. Jangan sampai komunikasi ini justru mengganggu kekhusyukan mereka, terutama saat puncak ibadah di Padang Arafah nanti,” katanya.
Dokter Amin juga menyampaikan rencana untuk kembali berkomunikasi pada 10 DZulhijah, usai pelaksanaan puncak ibadah haji. Dalam kesempatan itu, ia turut memohon doa dari para jemaah bagi kesehatan, keamanan, dan suasana yang kondusif di Kota Probolinggo.
“Kami juga memohon doa dari para jemaah calon haji di Makkah untuk kesehatan masyarakat Kota Probolinggo, suasana yang tenteram, keamanan, dan agar kota ini semakin kondusif serta penuh keberkahan,” imbuhnya.
Tak hanya menjadi ajang silaturahmi, komunikasi daring tersebut juga dimanfaatkan untuk membantu keluarga jemaah di Kota Probolinggo yang mengalami kesulitan berkomunikasi dengan anggota keluarganya di Makkah.
Sementara itu, Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kota Probolinggo, Didik Heriadi, melaporkan bahwa secara umum kondisi seluruh jemaah calon haji asal Kota Probolinggo dalam keadaan sehat.
“Alhamdulillah, berdasarkan koordinasi intensif dan pemantauan digital yang kami lakukan, seluruh jemaah calon haji Kota Probolinggo dalam kondisi sehat walafiat. Hanya satu jemaah atas nama Bapak Basori yang sampai hari ini masih menjalani perawatan di Madinah,” jelasnya.
Ia menambahkan, kondisi jemaah tersebut mulai menunjukkan perkembangan positif, meskipun kesehatannya belum memungkinkan untuk diberangkatkan ke Makkah. Namun demikian, pihaknya telah menyiapkan skema safari wukuf bagi jemaah yang sakit agar tetap dapat mengikuti rangkaian ibadah haji.
“Secara syariat, jemaah yang sakit tetap akan difasilitasi safari wukuf. Mudah-mudahan sebelum pelaksanaan Armuzna beliau sudah sehat dan bisa bergabung kembali bersama istrinya,” ujarnya.
Didik juga menjelaskan bahwa jemaah calon haji Kloter SUB 05, termasuk asal Kota Probolinggo, akan mengikuti program murur dan tanazul untuk menjaga kondisi fisik jemaah selama pelaksanaan puncak ibadah haji.
“Program ini memudahkan jemaah agar tidak terlalu lama berada di Mina. Setelah lempar jumrah Aqabah, seluruh jemaah langsung kembali ke hotel sehingga kondisi kesehatan mereka lebih terjaga,” terangnya.
Di sisi lain, anggota DPRD Kota Probolinggo, Eko Purwanto, menyampaikan bahwa semangat para jemaah tetap tinggi meskipun suhu di Makkah mencapai 44 derajat Celsius. “Kami di sini alhamdulillah sehat wal afiat. Walaupun panas mencapai 44 derajat, semangat jemaah tidak surut.” ujarnya.
Petugas kesehatan haji, dr. Mega Ratnasari, juga menyampaikan kondisi kesehatan jemaah secara umum masih tergolong aman dan terkendali. “Kalau kondisi jemaah Kota Probolinggo saat ini banyak yang mengalami batuk, pilek, dan gatal-gatal karena cuaca kering. Ada juga beberapa yang nafsu makannya menurun karena mungkin belum cocok dengan menu makanan disini. Tetapi secara umum aman,” jelasnya. (mir/fa)



