KANIGARAN – Wali Kota Probolinggo Dokter Aminuddin menutup Tadarus Alquran di LPPL Radio Suara Kota pada malam ke-29 Ramadan, Rabu (18/3). Khataman yang menjadi puncak rangkaian ibadah ini tidak hanya menandai selesainya pembacaan Alquran, tetapi juga menjadi momentum refleksi spiritual sekaligus ajakan untuk menjadikan Alquran sebagai pedoman hidup.
“Alquran ini bukan sekadar untuk dibaca seperti syair, tetapi merupakan sumber ilmu pengetahuan yang harus kita pelajari dan amalkan sepanjang hayat. Dari sanalah kita mendapatkan petunjuk dalam menjalani kehidupan,” ujar wali kota.
Ia juga mengajak masyarakat menjadikan momentum khataman ini sebagai titik awal untuk semakin dekat dengan Alquran, tidak hanya di bulan Ramadan. “Khataman ini bukan akhir, melainkan awal dari komitmen kita untuk terus membaca, memahami, dan mengamalkan Alquran dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.
Tadarus Alquran yang juga diisi dengan pemberian apresiasi kepada peserta yang mengisi tadarus di LPPL Radio Suara Kota Probolinggo selama Ramadan. Program ini merupakan kolaborasi antara Dinas Komunikasi dan Informatika dengan Baznas setempat sebagai bentuk ikhtiar bersama dalam meraih keberkahan dan memperkuat harmoni sosial.
Usai prosesi penutupan, wali kota melanjutkan dengan dialog interaktif bersama masyarakat melalui live media sosial pribadi dan LPPL Radio Suara Kota. Dalam kesempatan itu, ia memaparkan berbagai program pembangunan dan kesejahteraan sosial yang tengah dijalankan Pemerintah Kota Probolinggo.
Dokter Aminuddin menjelaskan sejumlah langkah strategis, di antaranya peningkatan honorarium bagi guru agama, pemberian beasiswa pendidikan guna mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM), serta penguatan ekonomi daerah melalui kemitraan publik dan swasta. “Kami berupaya menghadirkan kebijakan yang menyentuh langsung masyarakat, mulai dari sektor pendidikan, keagamaan, hingga peningkatan ekonomi lokal,” jelasnya.
Di bidang infrastruktur dan keselamatan, Pemkot juga merencanakan pengembangan pusat perbelanjaan, penggunaan kendaraan dinas berbasis listrik, serta penataan ulang penerangan jalan khususnya di wilayah selatan untuk menekan angka kriminalitas.
Wali Kota Dokter Amin – sapaannya, juga menegaskan komitmen terhadap transparansi pemerintahan dengan membuka ruang dialog dan menerima masukan dari masyarakat. “Kami membuka ruang komunikasi seluas-luasnya. Kritik dan saran dari masyarakat sangat penting untuk perbaikan pembangunan kota ke depan,” ungkapnya.
Penutupan tadarus ini juga dihadiri Penjabat Sekretaris Daerah Kota Rey Suwigtyo, para Asisten di lingkungan Sekretariat Daerah Kota Probolinggo, serta Ketua Baznas Hakimuddin. (mir/fa)



