WONOASIH – Kesiapan pembangunan Sekolah Rakyat (SR) permanen di Kota Probolinggo terus dimatangkan. Tahun ini sejumlah kegiatan fisik tengah dipersiapkan di lokasi eks UPT Balai Benih Ikan milik pemkot. Kerja bakti pun difokuskan di Kawasan yang beralamat di Jalan Kapten Saroe, Kelurahan Kedungasem, Kecamatan Wonoasih, Jumat (25/9) pagi.
Wakil Wali Kota Probolinggo Ina Dwi Lestari meninjau langsung kegiatan kerja bakti disana. Sejumlah unsur perangkat daerah bersama pilar-pilar sosial terlihat bergotong royong membersihkan lingkungan, khususnya rumput liar yang tumbuh di sepanjang sisi jalan menuju kawasan calon Sekolah Rakyat.
“Kami ingin menunjukkan bahwa Pemerintah Kota Probolinggo memiliki komitmen yang serius untuk menyiapkan lokasi ini. Hari ini (25/9) kami turun bersama-sama untuk membersihkan kawasan, terutama akses menuju lokasi,” terangnya.
Kepala Dinas Sosial Kota Probolinggo Siti Romlah menjelaskan, lokasi eks UPT BBI tersebut dipilih sebagai calon lokasi Sekolah Rakyat setelah melalui sejumlah tahapan dan dinilai memenuhi beberapa kualifikasi yang ditetapkan oleh Kementerian Sosial.
“Namun dari hasil desk yang dilakukan, masih ada beberapa hal yang perlu kita siapkan, salah satunya terkait akses menuju lokasi. Salah satunya, kondisi akses jalan menuju kawasan Sekolah Rakyat,” ujarnya.
Selain pembersihan lingkungan, Pemkot Probolinggo juga telah menyiapkan rencana penanganan akses jalan dan jembatan. Selain akses jalan dan jembatan, terdapat pula sejumlah pekerjaan yang perlu disiapkan di dalam kawasan calon Sekolah Rakyat. Di antaranya penataan dan perataan elevasi tanah agar kawasan tersebut siap untuk pembangunan.
“Jadi ada beberapa pekerjaan yang perlu dipersiapkan. Akses jalan akan dibenahi, jembatan akan diperkuat dan dilebarkan, kemudian akan ada pengaspalan. Untuk area di dalam lokasi Sekolah Rakyat juga akan dilakukan penataan dan perataan ketinggian tanah,” ungkapnya.
Siapkan Tiga Pekerjaan Tahun Ini
Ditemui terpisah, Kepala Dinas PUPR-KP Gofur Effendi menegaskan, untuk tahun 2026 di lokasi akan dibangunnya SR permanen, sesuaikan kewenangan Dinas Pekerjaan Umum PR-KP akan melaksanakan beberapa kegiatan. Yaitu, pelebaran jembatan yang sekarang lebarnya hanya 3 meter akan diperluas lagi untuk akses kendaraan besar.
“Rencana akan menggunakan box culvert. Selasa (29/9) malam diperkirakan datang, Rabu (30/9) sudah action pembuatan dasar atau lantai kerja box culvert. Kemudian di sisi timur akan ada pelebaran jalan lapen yang lebarnya kisaran 1 meter sampai 1,2 meter. Itu di Bidang Bina Marga,” ungkap Gofur.
Sedangkan di Bidang Cipta Karya, lanjut Gofur, ada pekerjaan pengurukan lahan SR permanen yang sudah ada pemenang tender dan Dinas PUPR-KP telah mengeluarkan Surat Penunjukan Penyedia Barang dan Jasa (SPPBJ). Kontrak memang belum dilakukan karena menunggu jaminan pelaksanaan. Diprediksi pada 5 Oktober mendatang sudah berkontrak, dengan catatan penyedia telah menyerahkan jaminan pelaksanaan yang dimaksud.
Lahan yang dimiliki pemkot di lokasi tersebut seluas 5,2 hektar. 2 hektarnya akan dibangun SR, lengkap dengan gedung sekolah, asrama serta sarana pendukung lainnya. “Pelaksanaan dan anggaran pembangunannya dari Kementerian PU, kami hanya mensupport aksesnya. Untuk lahan insyaallah sudah clear,” imbuh Gofur.
Saat Wawali Ina meninjau kerja bakti di lokasi SR permanen, Wali Kota Dokter Aminuddin kerja bakti di kawasan tambak T10 milik Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan di Jalan Lingkar Utara. Lokasi kerja bakti ini sudah minggu kedua menjadi fokus pembersihan.
Dokter Aminuddin memimpin kerja bakti. Ia pun membersihkan pepohonan di semak belukar menggunakan bego atau ekskavator. Meski baru belajar saat itu, dengan dipandu oleh operator, wali kota menyulap hutan kota itu menjadi lebih terang dan tetap rindang. (Dev/fa)
