Wali Kota Dorong Peran Alumni IKA-UB Probolinggo Raya Tingkatkan IPM dan Wujudkan Probolinggo Kota Bersolek

2026

KANIGARAN — Ikatan Keluarga Alumni Universitas Brawijaya (IKA-UB) Probolinggo Raya menggelar Halal Bihalal yang bertema Silahturahmi Menguatkan Harmoni Kebersamaan, Sabtu (11/4) di Puri Manggala Bakti. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat peran strategis alumni dalam mendukung pembangunan daerah.

Acara tersebut dihadiri oleh Wali Kota Probolinggo Dokter Aminuddin, Ketua IKA-UB Probolinggo Raya Tri Septa Agung Pamungkas, Asisten Administrasi Umum Setda Agus Effendi, serta sejumlah alumni dari berbagai lintas generasi dan profesi. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mencerminkan kuatnya jejaring serta semangat kolaborasi yang terbangun.

Dalam sambutannya, Ketua IKA-UB Probolinggo Raya, Tri Septa Agung Pamungkas menekankan, bahwa soliditas dan kerukunan merupakan fondasi utama sebelum organisasi dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Ia menilai, kekuatan utama IKA-UB terletak pada jejaring alumni yang luas dengan latar belakang intelektual yang beragam.

“Soliditas dan kebersamaan menjadi kunci. Dengan potensi ribuan alumni yang kita miliki, IKA-UB siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendorong pembangunan masyarakat di Kota dan Kabupaten Probolinggo,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa kegiatan halal bihalal ini tidak hanya sebagai ajang silaturahmi, tetapi memiliki makna filosofis sebagai momentum memperkuat persatuan serta meredam potensi konflik di tengah masyarakat. “Melalui kebersamaan ini, kita ingin memperkuat persatuan dan menghadirkan kontribusi nyata demi kemajuan bersama yang berkelanjutan,” tambahnya.

Sementara itu, Wali Kota Probolinggo Dokter Aminuddin menyampaikan bahwa halal bihalal merupakan ruang konsolidasi untuk membangun energi kolektif dalam berkontribusi bagi daerah. “Ini bukan hanya silaturahmi, tetapi momentum untuk memperkuat jejaring dan membangun kontribusi nyata bagi kemajuan daerah,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa pembangunan daerah membutuhkan sinergi lintas sektor melalui pendekatan pentahelix, yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media. Dalam konteks ini, alumni Universitas Brawijaya dinilai memiliki peran strategis sebagai sumber daya manusia unggul.

Wali kota mengaitkan peran alumni dengan upaya peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Probolinggo. Menurutnya, kualitas pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat sangat dipengaruhi oleh kontribusi kalangan terdidik. “IPM menjadi indikator penting kemajuan daerah. Peran alumni sangat dibutuhkan agar Kota Probolinggo mampu bersaing dan tidak tertinggal dari daerah lain,” tegasnya.

Ia juga mengajak para alumni untuk aktif memberikan masukan konstruktif, menghadirkan inovasi, serta menjadi motor penggerak ekonomi, khususnya dalam mendukung UMKM lokal agar naik kelas.

Dokter Aminuddin juga kembali menegaskan visi pembangunan Probolinggo Kota Bersolek sebagai arah bersama yang harus diwujudkan melalui kolaborasi seluruh elemen masyarakat. “Probolinggo Kota Bersolek bukan sekadar slogan, tetapi komitmen bersama. Dibutuhkan kesiapan kolektif dan sinergi nyata dari semua pihak, termasuk para alumni,” imbuhnya. (mir/fa)

 

BAGIKAN