MAYANGAN – Wali Kota Probolinggo Dokter Aminuddin mengunjungi Panti Tresna Wreda Muhammadiyah Kota Probolinggo, Selasa (8/9) pagi. Kegiatan bakti sosial ini merupakan rangkaian memperingati Hari Jadi ke-667 Kota Probolinggo. Di Aula PDM Jalan Soekarno Hatta, para lansia berkumpul bertatap muka dengan wali kota dan jajaran.
Kepala Dinas Kesehatan P2KB Kota Probolinggo dr. Intan Sudarmadi dalam laporannya menyampaikan, kunjungan itu merupakan ajang silaturahmi sekaligus menjadi bagian dari rangkaian kegiatan sosial dan kesehatan bagi penghuni panti. Sebanyak 17 penghuni Panti Tresna Wreda pun mendapatkan pemeriksaan kesehatan dan edukasi kesehatan dari tim Puskesmas Sukabumi.
Selain layanan kesehatan, bekerja sama dengan BAZNAS Kota Probolinggo, diserahkan bantuan berupa paket kebutuhan pribadi dan sembako untuk 17 penghuni panti. Sementara Toserba Graha Mulia turut memberikan tiga voucher belanja masing-masing senilai Rp 100 ribu.
Dalam arahannya, Wali Kota Probolinggo menyampaikan pentingnya menjaga kesehatan lansia melalui aktivitas fisik, menjaga massa otot, serta mempertahankan fungsi daya ingat. Menurutnya, bertambahnya usia secara alami diikuti penurunan kemampuan tubuh, sehingga lansia perlu tetap aktif sesuai dengan kemampuan masing-masing.
“Bapak-bapak dan Ibu-ibu yang tinggal di Panti Tresna Wreda Muhammadiyah ini memang harus terus beraktivitas. Ingatan kita makin lama makin turun dan kalau sudah turun itu sulit untuk dikembalikan lagi,” ujar Dokter Aminuddin.
Ia mencontohkan, aktivitas ibadah seperti salat sebagai salah satu bentuk gerakan ringan yang dapat dilakukan lansia. Namun, bagi lansia yang masih mampu melakukan aktivitas fisik lainnya, olahraga tetap dianjurkan untuk melatih otot dan menjaga sirkulasi darah.
Dokter Aminuddin juga menilai keberadaan panti lansia akan semakin penting seiring perubahan struktur demografi masyarakat. Karena itu, ia mendorong yayasan dan organisasi masyarakat lainnya untuk turut mengembangkan layanan panti lansia di Kota Probolinggo.
Ia berharap Panti Tresna Wreda Muhammadiyah dapat dikembangkan menjadi salah satu percontohan pelayanan lansia di Kota Probolinggo. Tidak hanya dari sisi sarana, tetapi juga kegiatan kesehatan, kerohanian, aktivitas fisik, hingga kegiatan yang dapat menjaga kemampuan kognitif para penghuni.
Wali kota terus mendorong agar para lansia tetap mendapatkan aktivitas yang produktif dan menyenangkan, seperti kegiatan keterampilan, silaturahmi, hingga kunjungan wisata sesuai kemampuan. Penggunaan tongkat untuk lansia yang masih mampu berjalan pun dianjurkan supaya keseimbangan tubuh terjaga. (es/nea)
