Wali Kota Probolinggo dan Ratusan Peserta Night Ride Nikmati Semarak 5 Juta Lampu Tematik di BJBR

2026

MAYANGAN - Suasana malam Kota Probolinggo semakin semarak menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia. Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin bersama Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari, Ketua TP PKK dr. Evariani Aminuddin, jajaran Perangkat Daerah, Forkopimda, serta ratusan peserta komunitas gowes ikut night ride, Kamis (13/8).

Kegiatan bersepeda malam tersebut dimulai dari Kantor Wali Kota Probolinggo dan berakhir di kawasan wisata Bee Jay Bakau Resort (BJBR). Kehadiran jajaran kepala daerah dan peserta night ride sekaligus menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung konsep terbaru BJBR.

Sesampainya disana, rombongan disambut pemandangan lima juta lampu tematik yang menghiasi seluruh area wisata seluas sekitar enam hektare. Ribuan lampu dengan beragam warna dan konsep dekorasi membuat kawasan BJBR gemerlap dan estetik.

Direktur PT Lumiland Wonderful Indonesia Eko Ardi Nugraha mengatakan, Probolinggo dipilih sebagai salah satu lokasi penyelenggaraan event tersebut karena memiliki potensi besar, khususnya di sektor pendidikan dan pariwisata. “Ini lima juta lampu tematik, menambah keelokan BJBR. Silakan difoto dan diviralkan,” ujar Eko.

Ia menjelaskan, kehadiran dekorasi lampu tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian perayaan kemerdekaan. Bahkan, pelajar di Kota Probolinggo mendapatkan kesempatan untuk menikmati wahana dan suasana lampu tematik tersebut secara gratis.

“Bagi pelajar seluruhnya gratis masuk, ditambah dua orang guru. Ada sekitar tujuh ribu pelajar SD di Kota Probolinggo. Ini dalam rangka memeriahkan 17-an,” jelasnya.

Selain menghadirkan dekorasi lampu, event tersebut juga memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk ikut berpartisipasi. Menurut Eko, sejumlah UMKM meramaikan kegiatan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Probolinggo menjadi kota/kabupaten ke-10 di Indonesia yang menjadi lokasi penyelenggaraan event tersebut. Lampu-lampu yang digunakan didatangkan dari Tiongkok dan dipasang untuk menghiasi kawasan BJBR.

Sebelumnya konsep serupa telah hadir di sejumlah daerah. Di Malang, misalnya, konsep lima juta lampu pernah diselenggarakan selama 36 hari, sedangkan di Kediri terdapat sekitar 2.000 hingga 3.000 lampu. Sementara di BJBR, seluruh dekorasi lampu ditempatkan dalam kawasan seluas enam hektare.

“Terima kasih telah percaya kepada Probolinggo menjadi kota ke-10. Semoga ini menjadi sesuatu yang baik di Kota Probolinggo,” kata Wali Kota Probolinggo. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pihak BJBR, khususnya Direktur BJBR Benjamin Mangitung dan Eko Ardi Nugraha, yang telah memilih Kota Probolinggo sebagai salah satu lokasi penyelenggaraan event tersebut.

Night Ride semakin meriah dengan berbagai hadiah menarik bagi para peserta. Panitia menyediakan penghargaan untuk peserta dengan kostum terbaik dan sepeda paling unik. Selain itu, peserta juga berkesempatan mendapatkan hadiah melalui undian.

Kehadiran ratusan pesepeda bersama jajaran Pemerintah Kota Probolinggo dan Forkopimda tidak hanya menjadi bagian dari aktivitas olahraga dan rekreasi, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkenalkan wajah baru BJBR sebagai tempat wisata di Kota Probolinggo sekaligus menguatkan semangat kebersamaan dalam menyambut HUT ke-81 Republik Indonesia.

Seperti yang disampaikan Denin Mahesa Putra, pelajar SMP Negeri 9 ini mengaku senang Kota Probolinggo banyak event bersepeda. “Sangat keren ya, karena di Probolinggo termasuk kota kecil tapi event sepedanya besar. Rute malam ini lumayan cepet ga terlalu jauh, santai jadi ga terlalu capek ke kaki. Harapan saya selanjutnya bisa lebih banyak event bersepeda di kota, karena saya dan teman-teman suka sekali bersepeda,” kata pelajar yang tergabung di komunitas Cycling Relax Crew dan Chill Change ini.  

Keseruan bisa gowes bareng keluarga di malam hari pun dirasakan Riski, warga Sumber Taman. Ia bergabung karena mengikuti hobi suami di komunitas sepeda Probolinggo Low Rider. “Bagus, tempatnya luas dan lampu makin banyak. Seru ya, karena sebelumnya sering ada sepedaan tapi baru kali ini ikut bersama keluarga,” tuturnya.

Bagi Riski bersepeda bareng Wali Kota Probolinggo pun punya arti tersendiri. “Seneng, bisa sepedaan bareng sama pemerintahan. Jadi ada hubungan deket sama pemerintahan. Semoga terus dijalankan karena seru semakin banyak komunitas yang ikut jadi kita seperti diperhatikan sama pemerintah, bisa kumpul dan menjalin hubungan lebih deket antara masyarakat dan pemerintah,” imbuh Riski, yang malam itu dapat hadiah karena memakai sepeda terunik. (sit/fa)

BAGIKAN