KEDOPOK - Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) memiliki posisi strategis sebagai garda terdepan pelayanan masyarakat. Untuk memperkuat peran tersebut, Kelurahan Sumber Wetan Kecamatan Kedopok menggelar kegiatan Penguatan Tugas Pokok dan Fungsi RT/RW dalam Melayani Administrasi Kependudukan sebagai Mitra Pemerintah, Senin (6/7) siang di Pendapa Kecamatan Kedopok.
Ketua Pokmas Jelita Kelurahan Sumber Wetan Dwi Handayani, menyampaikan kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi dan keharmonisan antara pemerintah daerah dengan para pengurus RT dan RW sebagai mitra strategis pemerintah kelurahan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Ia menjelaskan, kegiatan yang didanai melalui Program Pemberdayaan Masyarakat tersebut menjadi wadah edukasi sekaligus penguatan kapasitas para pengurus lingkungan terkait tugas pokok dan fungsi, khususnya dalam pelayanan administrasi kependudukan serta administrasi kewilayahan.
Hadir dalam kegiatan itu, Wali Kota Dokter Aminuddin, Camat Kedopok Dwi Hermanto, Lurah Sumber Wetan Imam Syafi'i, Babinsa dan Babhinkamtibmas serta sekitar 80 peserta yang terdiri atas ketua RT/RW, Karang Taruna, kader Posyandu, TP PKK Kelurahan, dan Kelompok Masyarakat (Pokmas).
Dalam sambutannya, Dokter Aminuddin menegaskan keberhasilan pembangunan daerah sangat ditentukan oleh kuatnya struktur pemerintahan di tingkat paling bawah. Menurutnya, RT dan RW merupakan ujung tombak yang berhadapan langsung dengan masyarakat sehingga memiliki peran penting dalam menyukseskan berbagai program pemerintah.
"Kalau fondasi di tingkat kelurahan kuat, maka pembangunan kota juga akan berjalan lebih baik. RT dan RW bukan hanya menjalankan administrasi, tetapi juga menjadi penghubung antara pemerintah dan masyarakat," ujarnya.
Wali kota juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kondusivitas wilayah serta berpartisipasi aktif dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah. Salah satu fokus pembangunan yang tengah dipersiapkan adalah transformasi digital melalui pemerataan akses internet agar tidak ada lagi wilayah yang mengalami blank spot.
”Digitalisasi menjadi bagian penting dalam mewujudkan Kota Probolinggo yang maju dan siap menyongsong visi Indonesia Emas 2045. Oleh karena itu, pemerintah akan terus meningkatkan infrastruktur digital agar pelayanan publik maupun aktivitas ekonomi masyarakat semakin optimal,” tuturnya.
Wali kota memaparkan strategi pengembangan ekonomi lokal di Kelurahan Sumber Wetan melalui optimalisasi pendataan sensus ekonomi dan pemberdayaan masyarakat berbasis potensi wilayah. Warga didorong untuk mendata minat usahanya, baik di sektor peternakan, UMKM maupun bidang lainnya, sehingga pemerintah dapat memfasilitasi akses bantuan permodalan melalui Koperasi Merah Putih maupun berbagai program pelatihan kerja.
Di sektor infrastruktur, Pemerintah Kota Probolinggo juga berkomitmen meningkatkan kualitas jalan lingkungan, memasang ratusan titik lampu penerangan jalan, serta memperluas pemasangan kamera pengawas (CCTV) guna meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat.
Tak hanya pembangunan fisik, perhatian pemerintah juga diarahkan pada peningkatan kesejahteraan para pengurus lingkungan, kader Posyandu, serta petugas keamanan lingkungan melalui penyesuaian honorarium dan pemberian jaminan sosial.
Narasumber kegiatan tersebut Kabid Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan dan Pemanfaatan Data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Probolinggo Endang Novi Artitik. (dy/fa)



