MAYANGAN – Pemerintah Kota Probolinggo terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui penguatan kapasitas dan profesionalisme sumber daya manusia. Salah satunya diwujudkan melalui Workshop Pelayanan Prima bagi petugas Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Probolinggo yang digelar Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Sabtu (7/11), di Ballroom Balle Hinggil, Jalan dr. Soetomo.
Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin, didampingi Sekretaris Daerah Kota Probolinggo Budiono Wirawan. Turut hadir Asisten Perekonomian dan Pembangunan Aries Santoso, Kepala DPMPTSP Diah Sajekti Widowati Sigit, serta sejumlah kepala perangkat daerah.
Diah Sajekti menyampaikan bahwa workshop ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan petugas dalam memberikan pelayanan yang ramah, cepat, tepat, responsif, komunikatif, serta berorientasi pada kepuasan masyarakat.
"Melalui kegiatan ini, kami berharap seluruh petugas mampu meningkatkan kompetensi dan profesionalismenya sehingga dapat memberikan pelayanan yang berkualitas, berintegritas, dan semakin memenuhi harapan masyarakat," ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Aminuddin menegaskan bahwa pelayanan prima harus dimulai dari sikap petugas saat pertama kali menerima masyarakat. Senyum, keramahan, dan kesantunan menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana pelayanan yang nyaman sekaligus membangun kepercayaan masyarakat.
"Sambut dengan senyuman terbaik, berikan sikap yang ramah dan santun, sehingga masyarakat merasa nyaman dan terlayani dengan baik. Ini bukan sekadar etika petugas, tetapi juga mencerminkan integritas dan profesionalisme pemerintah," tegasnya.
Lebih lanjut, Wali Kota menekankan bahwa peningkatan kualitas MPP tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan sumber daya manusia. Kenyamanan, keamanan, tampilan ruang pelayanan, serta inovasi juga perlu terus dikembangkan agar MPP menjadi pusat pelayanan yang representatif sekaligus memiliki daya tarik bagi masyarakat maupun investor.
Menurutnya, MPP memiliki peran strategis dalam mendukung iklim investasi di Kota Probolinggo. Dengan mengoptimalkan tiga potensi utama daerah, yakni sebagai kawasan penunjang pelabuhan, kawasan transit, dan penyangga pariwisata dengan posisi sebagai gerbang utama menuju Gunung Bromo, Kota Probolinggo memiliki peluang besar untuk menarik investasi dari dalam maupun luar negeri.
"Pelayanan yang baik, ramah, santun, dan profesional akan memberikan kesan positif bagi investor. Kita ingin MPP menjadi salah satu pintu masuk yang mampu memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi mereka yang ingin berinvestasi di Kota Probolinggo," ungkapnya.
Ia menambahkan, meningkatnya investasi diharapkan mampu menggerakkan berbagai sektor perekonomian, membuka peluang usaha dan lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang pada akhirnya berdampak pada penurunan angka kemiskinan.
Workshop yang diikuti 70 peserta tersebut melibatkan petugas pelayanan lini depan (frontline), staf administrasi (back office), serta pimpinan dan koordinator unit layanan di lingkungan MPP Kota Probolinggo.
Hadir sebagai narasumber sekaligus instruktur, Eka Candra Sulistiyani dari LKP Pratama Mulia. Materi pelatihan mencakup tiga fokus utama, yakni core values dan service excellence, komunikasi dan body language serta penanganan keluhan (handling complaint), hingga studi kasus dan praktik bermain peran (role play). (vv/pin)
