Wujudkan Keluarga Mandiri Pangan, Pelatihan Teras Pangan Bersolek Digelar di Lima Kecamatan

2026

KANIGARAN – Setelah dibuka oleh Wakil Wali Kota Probolinggo Ina Dwi Lestari, Senin (26/10) di Kecamatan Mayangan, Pelatihan Teras Pangan Bersolek berlanjut di Kecamatan Kanigaran. Selasa (27/10), pelatihan dilaksanakan di Eduforest, Perum Gubernur Suryo Selatan RT 10 RW 12, Kelurahan Kanigaran. 

Pembukaan pelatihan ditandai secara simbolis dengan penyerahan bibit tanaman pangan dari Camat Kanigaran Purwantoro Noviyanto kepada perwakilan TP PKK Kecamatan Kanigaran. Kegiatan ini diikuti TP PKK kecamatan, PKK kelurahan, kader pangan, serta Kelompok Eduforest Gubernur Suryo.

Dalam sambutannya, Sekretaris DKPPP Trillya Yuliana menyampaikan bahwa Pelatihan Teras Pangan Bersolek merupakan salah satu upaya Pemerintah Kota Probolinggo untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga melalui pemanfaatan lahan pekarangan di sekitar rumah.

“Program ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, penyuluh pertanian, hingga kader PKK, guna mengoptimalkan ruang yang terbatas menjadi sumber pangan yang produktif,” ucapnya.

Menurutnya, istilah Bersolek tidak hanya bermakna memperindah lingkungan perkotaan agar tetap bersih, hijau, dan lestari, tetapi juga mencerminkan semangat kreativitas serta kemandirian masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan keluarga.

Melalui pelatihan ini, masyarakat didorong untuk membudayakan gerakan menanam apa yang dikonsumsi dan mengonsumsi hasil panen sendiri. Dengan demikian, pemanfaatan pekarangan diharapkan mampu meningkatkan keterampilan kader pangan sekaligus mendukung kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Sementara itu, Camat Kanigaran Purwantoro Noviyanto menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kota Probolinggo atas dukungan serta fasilitasi kegiatan yang menyasar masyarakat di wilayah Kecamatan Kanigaran tersebut.

“Semoga sinergi yang terbangun dapat memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus mendukung terwujudnya Kecamatan Kanigaran yang semakin maju, harmonis, dan hebat. Mari mulai dari teras rumah, bergerak bersama, dan wujudkan pangan keluarga yang mandiri serta lingkungan yang semakin bersolek,” ujarnya.

Pelatihan ini menghadirkan dua narasumber dari penyuluh pertanian Kementerian Pertanian, yakni Sofyan Widodo dan Randita Meilinda. Materi yang disampaikan berfokus pada penguatan ketahanan pangan melalui pemberdayaan masyarakat dengan memanfaatkan lahan pekarangan.

Dalam pemaparannya, Sofyan Widodo menekankan pentingnya pemanfaatan pekarangan rumah sebagai sarana budidaya tanaman pangan. Menurutnya, keterbatasan lahan bukan menjadi penghalang bagi masyarakat untuk mulai menanam berbagai kebutuhan pangan secara mandiri.

Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah menggunakan wadah bekas, seperti botol plastik dan galon air mineral, sebagai media tanam. Selain mudah diperoleh, pemanfaatan barang bekas juga menjadi salah satu cara untuk mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih baik.

Sofyan juga mengingatkan pentingnya aspek keamanan pangan dalam kegiatan budidaya. Masyarakat diimbau menghindari penggunaan pestisida kimia berbahaya yang berpotensi meninggalkan residu pada tanaman. Di samping itu, konsumsi pangan yang beragam, bergizi, halal, aman, dan terjangkau perlu menjadi perhatian untuk meningkatkan kualitas hidup serta menjaga status gizi keluarga. (dy/fa)

 

BAGIKAN