Wujudkan Kesetaraan, Bappenas dan Kedubes Australia Tinjau Pembangunan Inklusif di Kota Probolinggo

2026

KANIGARAN - Wali Kota Probolinggo Dokter Aminuddin, terima kunjungan lapangan dari tim Kementerian PPN/Bappenas dan Kedutaan Besar Australia, Selasa (23/6) di Kantor Wali Kota setempat. Kunjungan tersebut membahas mengenai program dan komitmen bersama dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan di Kota Probolinggo. Hadir pula menerima kunjungan diantaranya Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari, Bunda Inklusi Kota Probolinggo dr. Evariani, Sekda Budiono Wirawan, kepala perangkat daerah terkait serta perwakilan warga disabilitas.

Wali Kota Aminuddin menyampaikan bahwa perhatian terhadap kelompok disabilitas merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari komitmennya sebagai kepala daerah. Ia menegaskan bahwa saat ini seluruh kelurahan di Kota Probolinggo telah diarahkan menjadi kelurahan ramah disabilitas, di mana para penyandang disabilitas dilibatkan langsung dalam berbagai pembangunan kota. "Saya meminta di kota ini semua harus inklusif sehingga melibatkan semua, karena kita setara," tegas wali kota.

Lebih lanjut, wali kota juga memaparkan langkah konkret pemerintah daerah dalam memperkuat regulasi, salah satunya melalui Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2024 tentang Disabilitas. Melalui regulasi ini, pemkot mewajibkan perusahaan untuk mengalokasikan 1% lowongan kerja bagi penyandang disabilitas. 

“Saya meminta di kota ini semua harus inklusif sehingga melibatkan semua pihak. Saat ini, melalui penyelenggaraan job fair, kami mewajibkan setiap perusahaan untuk memenuhi kuota 1% bagi pekerja disabilitas,” jelasnya

Masih menurut dokter Amin, pemerintah telah menyiapkan 14 jenis pelatihan keterampilan, mulai dari kuliner hingga peternakan, guna memastikan kelompok disabilitas memiliki kapasitas yang mumpuni untuk mandiri secara ekonomi. “Yang sekarang ini kita tambah lagi ke depan yaitu menjadi 14, termasuk yang terakhir ini adalah menjadi peternak burung puyuh,” tambahnya.

Berikutnya, First Secretary Kedutaan Besar Australia, dari Department of Foreign Affairs And Trade, Elena Martin Avila, menyampaikan rasa hormatnya atas kesempatan melihat langsung kolaborasi yang terjalin di Kota Probolinggo. Elena menyatakan bahwa kemitraan antara Australia dan Indonesia sangat penting dalam mendukung agenda pembangunan menuju masyarakat yang lebih inklusif. "Merupakan suatu kehormatan bagi kami untuk melihat secara langsung bagaimana pemerintah daerah, organisasi disabilitas, dan dunia usaha bekerja sama untuk memperluas kesempatan kerja bagi kelompok difabel," ujar Elena.

Senada dengan hal tersebut, Direktur Keluarga, Pengasuhan, Perempuan dan Anak Kementerian PPN/Bappenas, Qurrota Ayun, mengapresiasi berbagai inisiatif regulasi dan peningkatan kapasitas yang telah dilakukan di Kota Probolinggo. Dirinya menjelaskan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk melihat dampak nyata dari program inklusi sebagai bagian dari Prioritas Nasional dalam RPJMN 2025-2029. 

"Kami ingin belajar dan melihat langsung praktik baik di Kota Probolinggo agar dapat dijadikan model yang nantinya bisa diterapkan di daerah-daerah lain di Indonesia," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kota Probolinggo, Retno Wandansari, melaporkan bahwa kunjungan lapangan ini fokus pada penguatan dan optimalisasi Unit Layanan Disabilitas (ULD) bidang ketenagakerjaan. Menurutnya, optimalisasi ULD sangat krusial untuk meningkatkan akses dan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas di wilayah tersebut.

Selanjutnya, agenda disambung dengan diskusi yang dipandu oleh Direktur Program PPDiS Luluk Ariantini dan audiensi bersama perwakilan disabilitas guna mendengarkan langsung tantangan serta pembelajaran penting dari implementasi program inklusi di lapangan. (dp/pin)

BAGIKAN