Yasinan dan Istigasah di Rumah Jabatan Wali Kota, Perkuat Doa untuk Keberkahan Pembangunan Kota Probolinggo

2026

KANIGARAN – Pemerintah Kota Probolinggo kembali menggelar Yasinan dan Istigasah rutin di Rumah Jabatan Wali Kota Probolinggo, Jalan Panglima Sudirman, Kamis malam (17/9). Mengusung tema “Menguatkan Amanah Kepemimpinan untuk Keberkahan Masyarakat dan Kota Probolinggo”, kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat doa, silaturahmi, sekaligus sinergi antara pemerintah, ulama, tokoh masyarakat dan warga.

Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin hadir bersama jajaran Forkopimda atau yang mewakili, sejumlah pejabat di lingkungan Pemkot Probolinggo, kepala OPD, camat dan lurah. Hadir pula para kiai dan alim ulama, Ketua PD Muhammadiyah, PCNU, serta perwakilan masyarakat hingga tingkat RW dan RT.

Dalam sambutannya, Aminuddin berharap kegiatan keagamaan tersebut dapat dilaksanakan secara bergiliran di berbagai tempat sehingga suasana semakin beragam dan keterlibatan masyarakat semakin luas.

“Acara yang penuh keberkahan ini mudah-mudahan tidak hanya dilaksanakan di sini, tetapi juga bisa digelar di tempat-tempat lain. Dengan begitu, semakin banyak masyarakat yang dapat hadir dan bersama-sama memanjatkan doa untuk Kota Probolinggo,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga ketenangan, keamanan dan kenyamanan Kota Probolinggo. Menurutnya, perkembangan informasi di media sosial perlu disikapi secara bijak agar persoalan kecil tidak berkembang menjadi lebih besar dan memicu keresahan.

“Jangan mudah terpancing atau terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar. Mari kita jaga keamanan dan kenyamanan bersama, sehingga Kota Probolinggo tetap menjadi kota yang memberikan ketenangan dan ketenteraman bagi masyarakat maupun setiap orang yang singgah di kota ini,” pesannya.

Dalam kesempatan tersebut, Aminuddin juga memaparkan sejumlah program dan capaian Pemkot Probolinggo dalam mendorong kota yang lebih maju dan sejahtera. Di antaranya pembangunan Sekolah Rakyat, penataan kawasan Jalan Cokroaminoto dengan konsep kawasan seperti Malioboro, pemasangan lampu hias dan penerangan jalan, penguatan sistem keamanan melalui pemasangan CCTV di sejumlah titik strategis, serta pemberian beasiswa bagi siswa dari keluarga kurang mampu.

Ia juga menekankan pentingnya membangun kedisiplinanAnak sejak dini, salah satunya dengan membiasakan diri bangun pagi agar dapat memulai aktivitas dengan lebih siap dan produktif. Menuju Indonesia emas 2045.

“Masih banyak program ke depan yang sedang kita lakukan untuk membangun Kota Probolinggo menjadi lebih baik dan maju. Semua itu membutuhkan dukungan dan kolaborasi lintas sektor, termasuk dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperkuat ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Selain pembangunan fisik dan pemberdayaan ekonomi, Aminuddin menyebut upaya penghijauan dan kepedulian terhadap lingkungan juga terus diperkuat. Kota Probolinggo, kata dia, berhasil meraih peringkat kedua tingkat nasional dalam kategori kota yang memperhatikan penghijauan dan lingkungan.

Pemkot Probolinggo juga terus membuka ruang investasi dengan mengedepankan pemberdayaan sumber daya manusia lokal. Salah satunya melalui rencana investasi yang saat ini masih dalam proses audiensi dan berpotensi melibatkan sekitar 4.000 tenaga kerja.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Surat Yasin bersama, istigasah dan doa bersama yang dipimpin para kiai serta alim ulama yang hadir. Suasana berlangsung khidmat, menjadi ruang bersama untuk memohon kelancaran pembangunan dan keberkahan bagi masyarakat Kota Probolinggo.

Kegiatan semakin lengkap dengan penyerahan bantuan secara simbolis oleh Wali Kota Probolinggo didampingi Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat dan Ketua Baznas Kota Probolinggo.

Bantuan tersebut meliputi dua alat hadrah untuk MI Tashilul Mubtadiin Kedunggaleng dan Majelis Pemuda Sholawat Ma'assyara Shabab; bantuan usaha produktif berupa kompresor tambal ban kepada Ahmad Effendi; bantuan renovasi rumah pascabencana kebakaran kepada Ibu Maimunah, Sumbertaman, dan Burhan, Kebonsari Kulon; serta bantuan Rumah Layak Huni Baznas (RLHB) kepada Edi Santoso. (vv/pin)

BAGIKAN