Pelaku UMKM Ikuti Pelatihan dan Dapat Bantuan Paket Data

2021

KANIGARAN – Sebanyak 60 pelaku UMKM yang memiliki e-UMKM pintar di Kota Probolinggo mengikuti pelatihan pengelolaan keuangan usaha secara online sekaligus menerima bantuan paket data internet. Kegiatan ini hasil kerja bareng Dinas Koperasi Usaha Mikro Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) dan PT Telkomsel.

Bertempat di Puri Manggala Bakti, pelatihan dibuka oleh Sekda drg Ninik Ira Wibawati yang mewakili Wali Kota Habib Hadi Zainal Abidin. Dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setiorini Sayekti dan PT Telkomsel Small Medium Enterprice Surabaya Estining Putut.

Dalam laporannya, Kepala DKUPP Fitriawati menjelaskan, dengan kerjasama ini UMKM diharapkan dapat mencatat transaksi keuangan secara online. “Sehingga usaha berjalan lancar dan omzet meningkat,” katanya.

UMKM merupakan kegiatan usaha yang mampu memperluas lapangan kerja, memberikan kontribusi pertumbuhan ekonomi dan mewujudkan stabilitas nasional. UMKM adalah salah satu pilar utama ekonomi nasional yang harus memperoleh kesempatan utama, dukungan, perlindungan dan pengembangan seluas - luasnya sebagai wujud keberpihakkan tegas kepada usaha ekonomi kerakyatan.

Eksistensi UMKM dibuktikan dari relatif ketahanannya dalam menghadapi krisis ekonomi. Oleh karena itu kebijakan pro UMKM menjadi salah satu prioritas dalam kebijakan Pemerintah Kota Probolinggo, khususnya di masa kepemimpinan Wali Kota Habib Hadi.

Di masa pandemi Covid - 19 ini, pelaku UMKM yang survive adalah mereka yang terhubung dengan digital online. Pemerintah Kota Probolinggo bekerjasama dengan PT. Telkomsel untuk mendorong literasi usaha dalam bentuk kerjasama berupa bantuan paket  data internet kepada para pelaku UMKM dengan sasaran yang telah memiliki kartu UMKM pintar.

“Tujuannya adalah merangkul para pelaku UMKM agar dapat bangkit dengan meningkatkan produktivitas usaha serta memperluas pangsa pasar secara digital online,” terang Sekda Ninik.

Pelatihan pengelolaan keuangan usaha secara online ini dibutuhkan karena masih banyak pelaku UMKM yang tidak memisahkan antara harta pribadi dan usahanya. Serta banyak pula yang tidak melakukan pencatatan transaksi keuangan secara rutin karena kurangnya sumber daya, hal ini membuat usahanya tidak berjalan lancar.

“Dengan adanya akses bantuan paket data internet ini maka memudahkan bagi para pelaku UMKM untuk mencatat pengelolaan keuangan usahanya dengan praktis secara online,” imbuh sekda. (famydecta)

BAGIKAN