Peringati Hari Lahir Pancasila, FPRB Tanam Mangrove di Pantai Permata Pilang

Berita Terbaru

KADEMANGAN  - Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kota Probolinggo yang telah resmi dilantik semalam (31/5), punya aksi nyata dalam memperingati Hari Lahir Pancasila yang jatuh setiap tanggal 1 Juni. Ya, aksi itu dilakukan dengan menanam bibit pohon mangrove bersama Direktur Kesiapsiagaan BNPB Eny Supartini, Kalaksa BPBD Provinsi Jatim, TNI-Polri, kepala Perangkat Daerah, masyarakat, dunia usaha, pelaku UKM, akademisi hingga insan pers.

“Dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila, kami ingin menyelamatkan bumi dengan tagline #Kita Jaga Alam, Alam Jaga Kita,” ucap Kalaksa BPBD Sugito Prasetyo saat melaporkan maksud menggelar Apel Aksi Relawan di Pantai Permata Pilang, Selasa (1/6) pagi.

Bertindak sebagai pembina apel, Wali Kota Habib Hadi Zainal Abidin yang diwakili Asisten Pemerintahan Gogol Sudjarwo memberikan sambutannya dihadapan peserta ,dengan harapan giat ini bisa mengurangi risiko bencana di Kota Probolinggo. Gogol menyebutkan Kota Probolinggo mempunyai indeks risiko bencana (IRB) cukup tinggi.

“Sebelum bencana itu terjadi, tanggung jawab kita bersama bukan hanya pemerintah saja, melainkan juga masyarakat dan semuanya yang terlibat untuk bergerak bersama mengurangi risiko bencana. Walaupun risiko bencana Kota Probolinggo cukup tinggi, kita tidak boleh santai, tapi kita tetap siaga dan waspada,” terang Gogol.

Usai apel dilanjutkan dengan penanaman bibit pohon mangrove yang diperoleh donasi dari dunia usaha seperti Bank Jatim, KTI, Indopherin Jaya di sebelah utara pantai. “Penanaman ini menjadi bukti bahwa Kota Probolinggo sudah mempunyai satu forum (FPRB, red), adalah orang-orang secara pentahelix menjalankan aksi yang diinisiasi oleh forum. Pada saat tidak ada kebencanaan aksi-aksi ini bisa dilakukan dengan menanam mangrove. Ke depan mudah-mudahan ini bisa diimplementasikan ditanam di tempat-tempat lain sehingga Kota Probolinggo dapat menjadi hijau dan dampak-dampak dari bencana alam bisa dikurangi,” jelas Direktur Kesiapsiagaan BNPB Eny Supartini. (dewi)

BAGIKAN