Dukung Kampanye We Love Cities 2022 Dengan #WeLoveProbolinggo

Slider

MAYANGAN — Kota Probolinggo terpilih menjadi salah satu finalis yang memenuhi syarat berpartisipasi pada kampanye We Love Cities (WLC) 2022 yang akan diikuti oleh 72 kota dari 31 negara di penjuru dunia. Kampanye publik ini dilakukan melalui media sosial yang mengajak seluruh masyarakat dunia untuk menunjukkan dukungannya untuk pembangunan kota berkelanjutan. Pemenang We Love Cities dipilih melalui jumlah vote website, interaksi di media sosial termasuk tagar khas tiap kota, serta saran atau masukan untuk membuat kota tersebut lebih baik.

Hastag Kota Probolinggo yang digaungkan oleh Wali Kota Probolinggo, I Love Probolinggo maka sesungguhnya We Love Cities adalah We Love Probolinggo. Jadi 2 hastag ini mudah-mudahan membawa kita menjadi dikenal bukan hanya di Kota Probolinggo tetapi dikenal di seluruh masyarakat Indonesia dan mendunia,” ujar Kepala Bappeda Litbang, Tartib Gunawan saat talkshow di Radio Suara Kota, Rabu (8/6).

Tartib menjelaskan, Kota Probolinggo telah mengikuti kompetisi ini mulai tahun 2018 dan berkomitmen untuk pembangunan kota berkelanjutan serta konsistensi untuk beradaptasi terhadap perubahan iklim, dan mengajak seluruh masyarakat Kota Probolinggo untuk terlibat secara aktif di dalamnya.

“Dan alhamdulillah kinerja ini merupakan kinerja secara menyeluruh. Di tahun ini kita patut berbangga, Kota Probolinggo bersama dengan Kota Balikpapan bisa mendampingi DKI Jakarta untuk mengkampanyekan adaptasi perubahan iklim dan memitigasi risiko serendah-rendahnya yang ditargetkan tidak lebih dari 1,5 derajat celcius pada tahun 2030 untuk kenaikan suhu pada perubahan iklim ini,” urainya.

Senada dengan Tartib, Kabid Infrastruktur dan Kewilayahan Bappeda Litbang Ari Puspita menambahkan, kompetisi ini memang melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat dengan menggunakan media sosial. “Masyarakat akan diminta untuk melakukan vote pada website We Love Cities, serta memberikan saran dan masukan untuk Kota Probolinggo. Kemudian dalam setiap aktivitasnya, masyarakat harus mengupload di media sosialnya masing-masing dengan menyertakan #WeLoveProbolinggo #WeLoveCities. Nantinya yang paling banyak interaksi dan aktivitas di media sosial yang terkait dengan We Love Cities, inilah yang akan menjadi pemenang,”bebernya.

Lebih lanjut Ari mengulas konten yang bisa diupload di media sosial yakni kegiatan yang menunjukkan dukungan dan kecintaan warga pada Kota Probolinggo. Semakin banyak masyarakat yang menunjukkan rasa cintanya pada Kota Probolinggo, maka kota ini akan terus terpelihara dan terawat serta menjadi kota yang aman, nyaman dan berkelanjutan.

“Apa yang kita kampanyekan dan dilakukan bisa menginspirasi masyarakat. Misal, kita menanam mangrove dan diupload di media sosial kita, kemudian banyak yang like, share dan comment maka harapannya dari postingan itu mampu menginspirasi warga lainnya agar lebih mencintai kota ini,” imbuhnya.

Sementara itu, pengendali dampak lingkungan DLH Aricandra menegaskan, kampanye WLC tidak hanya untuk mengkampanyekan kecintaan pada Kota Probolinggo saja, namun tetap harus mengarah pada keberlanjutannya yang mengarah pada peningkatan aksi kita terkait perubahan iklim. Serta bagaimana mitigasi dan adaptasinya dengan melibatkan seluruh masyarakat.

“Salah satunya seperti kegiatan pengelolaan sampah yang tidak hanya dilakukan oleh pemerintah saja tetapi peran masyarakat mulai dari rumah tangga sudah mampu memilah sampah. Karena ketika dibiarkan menumpuk terutama sampah organik maka akan menghasilkan gas metan yang berpengaruh pada peningkatan emisi,” harapnya.

Menurut Ari, ketika masyarakat sudah memiliki kesadaran untuk memilah sampah dari rumah maka taman pembuangan akhir (TPA) akan terkurangi bebannya. Setidaknya sampah organiknya dikompos dari komposter aerob/POC di rumah dan di setiap komplek rumahnya memiliki bank sampah yang menampung sampah anorganik, sehingga sampah benar-benar dapat dimanfaatkan.

“Mari kita tunjukkan kalau benar-benar cinta Kota Probolinggo dibuktikan dengan mengupload kegiatan We Love Probolinggo di tanggal 19 September-31 Oktober 2022 di media sosialnya. Jangan lupa disertakan tagar #weloveprobolinggo di setiap postingan di media sosial. Postingan tidak hanya sebatas kegiatan dari sisi lingkungan saja tetapi juga bisa dari komunitas seni, dan komunitas lainnya untuk mendukung Kota Probolinggo,” tutup Ari. (mir/fa)               

BAGIKAN