Inilah Rangkaian Aksi Nyata Hari Peduli Sampah di Kota Probolinggo

2022

KANIGARAN – Memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2022 Kota Probolinggo bakal fokus pada sinergitas pengelolaan sampah. Hal itu disampaikan Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kemitraan Lingkungan Hidup pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Probolinggo Neli,  yang ditemui saat mengisi talkshow di Radio Suara Kota FM, Kamis (17/2) pagi.

Neli yang didampingi Komunitas Perkumpulan Peduli Sampah (Papesa) Kota Probolinggo Budi Krisyanto, Syafudin Zuhri dan Asep Suseno itu, selama beberapa tahun terakhir, HPSN menjadi momentum untuk membangun kesadaran publik dalam upaya pengurangan sampah. “KLHK berupaya untuk meningkatkan pembangunan Kampung Iklim yang nantinya, diintegrasikan pada tiga program besar yaitu pengelolaan sampah, pengendalian perubahan iklim dan perhutanan sosial,” ujarnya.

Neli menerangkan, 21 Februari diperingati HPSN untuk mengenang peristiwa tanah longsor di TPA Leuwigajah, Cimahi, Jawa Barat, pada 21 Februari 2005 lalu. Peristiwa naas tersebut terjadi akibat curah hujan yang tinggi disertai adanya ledakan gas metana pada tumpukan sampah. Akibatnya 157 jiwa melayang.

Peringatan ini, lanjutnya, menjadi pemicu KLHK menginisiasi supaya Indonesia dapat bersih dari sampah. Yakni dengan ikut serta merayakan dengan cara melakukan aksi nyata bersama seperti melakukan kegiatan kerja bakti, tidak membuang sampah sembarangan, dan lain sebagainya. Di kota ini, aksi nyata itu akan dilakukan mulai Jumat sampai Minggu (18-20/2). Yakni dengan melibatkan unsur perkantoran dan sekolah dan lingkungan masyarakat yang melakukan aksi pungut sampah.

“Kami sudah buatkan surat edaran untuk melakukan aksi pungut sampah. Baik di tingkat PD (Perangkat Daerah, red), sekolah, dunia usaha sampai masyarakat, yang bekerjasama dengan mitra DLH yaitu Komunitas Papesa,” bebernya.

Tak hanya itu, Apel Peringatan HPSN 2022 di masing-masing kantor Perangkat Daerah di lingkungan Pemkot Probolinggo, ungkapnya, juga sudah terjadwal pada Senin (21/2) mendatang, podcast, perspektif media hingga puncaknya, dilakukan giat gowes bertajuk Ayo Gowes Bersihkan Sampah (AGBS) dan Sarasehan, pada 25 Februari mendatang.

Potret pengelolaan sampah di Kota Probolinggo sendiri, pria yang pernah menjabat lurah itu menjelaskan, banyak ditemukan pengelolaan sampah yang tidak benar, kondisi TPA yang hampir overload, ketersediaan sarana prasarana seperti TPST dan TPST3R yang belum cukup memadai serta kurangnya tingkat kesadaran dan kepedulian masyarakat.

Ia mengungkapkan, jika jumlah penduduk Kota Probolinggo sekitar 240.000 jiwa, maka setiap jiwa diasumsikan rata-rata menghasilkan sampah 0,6 kg per hari sama dengan 144.000 kg atau 144 ton. Sementara yang masuk ke TPA sudah mencapai 70 ton per hari atau sekitar 48 persen. Selebihnya, yakni sekitar 74 ton atau 52 persen, masih belum terkelola dengan baik.

“Misalnya dibuang di sungai, dibakar dan sebagainya. Di sisi lain juga harus diakui bahwa meningkatnya aktivitas masyarakat sangat berperan dalam menunjang pemulihan dan pertumbuhan perekonomian terlebih di masa pandemi,” jelasnya.

Oleh karena itu, ia menerangkan, sangat diperlukan upaya secara terus menerus untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap permasalahan persampahan. “Perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup termasuk pengelolaan persampahan tidak mungkin menjadi tanggung jawab pemerintah semata namun sangat memerlukan partisipasi masyarakat, keikutsertaan masyarakat secara riil, produkti dan konstruktif,” terangnya.

Pihaknya ingin menjadikan momen HPSN yang diperingati setiap 21 Februari itu, sebagai sarana dan media sosialisasi terkait permasalahan persampahan di Kota Probolinggo sekaligus mendorong pengelolaan sampah lebih baik. Dengan tujuan meningkatkan kesadaran dan kepedulian elemen masyarakat terhadap permasalahan sampah di Kota Probolinggo,  memperoleh pandangan dan pendapat serta gagasan dalam mencari solusi penanganan persampahan. Serta meningkatkan partisipasi secara aktif, produktif dan konsktruktif untuk mewujudkan Kota Probolinggo yang Hebat dan Handal melalui kegiatan peduli sampah.

”Hal itu sesuai dengan tema HPSN 2022, yakni Kelola Sampah, Kurangi Emisi, Bangun Proklim. Dengan sub tema Peduli Sampah Untuk Kota Probolinggo yang Hebat dan Handal,” tandasnya. (Sonea)

BAGIKAN