Upaya Bangkitkan Koperasi, Pemkot Berikan Pelatihan Bagi Koperasi dan Unit Simpan Pinjam

2022

KANIGARAN - Pandemi Covid-19 yang belum usai memberikan dampak terhadap jalannya kegiatan usaha dan operasional koperasi. Dampak yang signifikan juga terjadi terhadap perekonomian di Indonesia. Dari semua lini usaha mikro, usaha kecil hingga koperasi sangat terdampak. Dengan adanya wabah virus covid-19, penjualan menurun, permodalan menurun bahkan kredit macet.

Berlatar berlakang pada hal tersebut, digelar Pendidikan dan Pelatihan berjudul Menjaga Likuiditas Koperasi Simpan Pinjam dan Unit Simpan Pinjam (KSP/USP), Senin (29/08). KSP/USP merupakan peserta yang diundang pada giat ini, karena jumlah KSP/USP memang tidak sedikit di Kota Probolinggo. Terdapat 40 orang undangan dari 20 koperasi yang berada di Kota Probolinggo. Digelar oleh Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan acara ini berlokasi di Jayakarta Hall, Ombass Café & Resto.

Wali Kota Probolinggo menghadiri langsung dan membuka giat yang berlangsung selama 3 hari itu. Dalam arahannya, Habib Hadi menjelaskan bahwa pandemi covid-19 jangan menjadi alasan KSP tidak bisa bangkit dalam melaksanakan tugas dan pelayanannya kepada anggotanya, “Saya minta kepada KSP yang ada sekarang ini untuk betul-betul bisa hadir membangun kepercayaan masyarakat sehingga anggotanya merasa nyaman dan aman,” tegas Habib Hadi.

Habib Hadi juga berkeyakinan kehadiran koperasi bisa membangkitkan anggotanya untuk mendorong kembali setelah melalui masa covid-19 yang cukup berat, “Tantangan koperasi ini sangat luar biasa. Saya harap untuk mengikuti penjelasan dari narasumber dan bisa memberi pencerahan karena pengelolaan koperasi juga butuh concern, bukan asal apa katanya,” terangnya yakin.

Mantan anggota DPR-RI ini pun menyebutkan bahwa acara ini digelar sebagai bentuk upaya mendorong dan memberikan suatu pemahaman tentang bagaimana pengelolaan KSP dan USP ini betul-betul bisa berkembang dan sesuai dengan harapan.

“Jangan sampai anggota KSP/USP ini pesimis atau tidak ada harapan sehingga mereka tidak bisa lagi melakukan suatu hal lagi yang mana keanggotaan ini sangat bermanfaat bagi pelaku usaha mikro semua. Semoga kegiatan ini dapat bermanfaat dan tidak ada kekhawatiran lagi mengenai KSP,” jelas Habib Hadi.

Sependapat dengan Habib Hadi, Kepala DKUPP, Fitriawati mengungkapkan bahwa maksud dan tujuan diselenggarakan giat ini selain memberikan pemahaman pada peserta, juga untuk memberikan alternatif solusi pengambilan kebijakan KSP/USP di tengah pandemi covid-19. “Juga untuk merumuskan kebiakan manajemen dan usaha KSP/USP di tengah pandemi,” kata Fitri – panggilan akrabnya.

Narasumber yang dihadirkan dalam giat ini merupakan widyaiswara ahli muda dan masya dari UPT Pelatihan Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Timur, yaitu Elok Ning Faikoh dan Ratna Saktijaningdijah. (sit/alf)

BAGIKAN