Kanigaran - Pemerintah Kota Probolinggo terus memperkuat pemenuhan hak sekaligus meningkatkan kualitas hidup anak melalui berbagai program yang mendorong pendidikan, kreativitas dan pengembangan potensi. Salah satunya melalui kegiatan Penguatan dan Pengembangan Lembaga Penyedia Layanan Peningkatan Kualitas Hidup Anak Kota Probolinggo melalui Cerdas Cermat Hak Anak Tahun 2026, yang digelar Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kota Probolinggo, Kamis (13/8), di Puri Manggala Bhakti, Kantor Wali Kota Probolinggo.
Kegiatan yang dirangkai dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Probolinggo Ina Dwi Lestari, didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Retno Fajar Winarti, Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Aries Santoso, Kepala Dinsos PPPA Siti Romlah, kepala OPD terkait, para camat serta TP PKK Kota Probolinggo.
Sebanyak 87 siswa tingkat pendidikan Sekolah Menengah Pertama di Kota Probolinggo yang berasal dari keluarga penerima manfaat (KPM) mengikuti lomba cerdas cermat. Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang bagi anak untuk belajar, mengenali hak-haknya, membangun kepercayaan diri serta mengembangkan kreativitas dan prestasi.
Kepala Dinsos PPPA Kota Probolinggo Siti Romlah mengatakan, kegiatan tersebut diarahkan untuk memperkuat pemenuhan dan perlindungan hak anak, sekaligus mencegah putus sekolah dan perkawinan usia anak.
“Peserta tidak hanya diajak mengikuti perlombaan, tetapi juga diberikan ruang untuk belajar, memahami hak-haknya, membangun kepercayaan diri, mengembangkan kreativitas serta menunjukkan kemampuan dan prestasinya,” ujar Siti.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Probolinggo Ina Dwi Lestari mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Sebagai bentuk dukungan terhadap semangat dan prestasi peserta, Ina bahkan memberikan tambahan hadiah secara pribadi sebesar Rp1 juta bagi juara pertama.
Dalam arahannya, Ina menegaskan bahwa prestasi dan pendidikan merupakan bekal penting bagi masa depan anak. Pendidikan, kata dia, menjadi salah satu kunci peningkatan kualitas sumber daya manusia sekaligus upaya memutus mata rantai kemiskinan.
“Prestasi itu penting untuk masa depan. Kegiatan ini menjadi bekal bagi anak-anak untuk menatap masa depan. Pendidikan merupakan salah satu kunci untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memutus mata rantai kemiskinan,” tutur Ina.
Ia juga mengajak seluruh perangkat daerah bersama para pemangku kepentingan untuk membangun lingkungan yang mampu memberikan ruang bagi setiap anak untuk tumbuh secara aman, belajar dengan nyaman, mengembangkan potensi serta berani mengejar cita-cita.
“Tidak boleh ada anak yang tertinggal karena kemiskinan, tidak ada anak yang kehilangan pendidikan, dan tidak ada anak yang kehilangan kesempatan untuk berkembang. Kita bangun lingkungan yang memberikan kesempatan kepada setiap anak untuk tumbuh dengan aman, belajar dengan nyaman,” tegasnya.
Semangat tersebut turut dirasakan Salman, salah satu peserta cerdas cermat dari Sekolah Rakyat Kota Probolinggo. Ia mengaku bangga dan bahagia mendapat kesempatan mengikuti kegiatan yang menurutnya dapat mengasah kemampuan sekaligus menambah pengalaman.
“Saya senang dan bangga bisa mengikuti kegiatan ini karena mendapat kesempatan untuk mengasah kemampuan. Saya juga bersyukur keluarga mendapat perhatian dari pemerintah sehingga kondisi ekonomi keluarga semakin membaik dan saya bisa bersekolah dengan layak,” ungkap Salman. (vv/pin)



