Keren! Kota Probolinggo Sabet Penghargaan Pengendalian Inflasi Terbaik ke-3 Nasional

Slider

YOGYAKARTA – Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (RI) memberikan apresiasi kepada Kota Probolinggo sebagai Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 Kategori Pengendalian Inflasi Terbaik ke-3 Nasional. Raihan prestasi ini membuat pemerintahan yang dipimpin Wali Kota Dokter Aminuddin dan Wawali Ina Dwi Lestari mendapat bantuan sebesar Rp 1 Miliar dari pemerintah pusat.

Penghargaan tersebut diserahkan Ketua Komisi 4 DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau lebih dikenal dengan Titiek Soeharto kepada Wali Kota Dokter Aminuddin, pada ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 Wilayah Jawa-Bali, di Ballroom Yogyakarta Marriot Hotel, Kamis (4/6) malam.

Keberhasilan Kota Probolinggo meraih penghargaan ini merupakan hasil kerja sama seluruh perangkat daerah, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), pelaku usaha, serta dukungan masyarakat dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di wilayah Kota Probolinggo.

Berbagai upaya serta langkah strategis telah dilakukan Pemkot Probolinggo dalam mengendalikan inflasi di daerahnya. Antara lain pemantauan harga kebutuhan pokok secara rutin, pelaksanaan operasi pasar, penguatan kerja sama antardaerah, hingga upaya menjaga kelancaran distribusi barang untuk menekan laju inflasi.

Ditemui usai menerima penghargaan, Wali Kota Dokter Aminuddin menyampaikan rasa syukurnya. "Alhamdulillah, penghargaan ini menjadi bukti bahwa upaya pengendalian inflasi yang dilakukan Pemerintah Kota Probolinggo bersama seluruh pemangku kepentingan berjalan dengan baik. Prestasi ini bukan hanya milik pemerintah daerah, tetapi juga hasil kerja keras seluruh elemen masyarakat yang turut menjaga stabilitas ekonomi daerah," ungkapnya.

Menurutnya, pengendalian inflasi menjadi salah satu fokus utama pemerintah karena berkaitan langsung dengan daya beli masyarakat dan kesejahteraan warga. Dengan capaian sebagai peringkat ke-3 nasional ini, Kota Probolinggo semakin menegaskan komitmennya sebagai daerah yang mampu menjaga stabilitas ekonomi, memperkuat ketahanan pangan, serta menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat.

Dalam arahannya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyebutkan, apresiasi dan insentif fiskal ini untuk memacu iklim kompetitif antardaerah. "Acara ini memberikan reward kepada rekan-rekan atas kinerja-kinerjanya. Kami Kemendagri juga minta maaf kadang-kadang bikin surat edaran, bikin surat teguran. Kali ini kita berikan apresiasinya supaya imbang, ada timbul iklim kompetisi dan juga ada semangat untuk saling bersaing,” tuturnya.

Menteri Tito juga mengatakan, meskipun di tengah-tengah pemberitaan ada yang terjerat masalah hukum, sebetulnya masih banyak sekali kepala daerah dengan kinerja dan prestasi yang bagus. “Ini perlu kita angkat, bahwa banyak pemimpin-pemimpin yang juga bagus. Nah, inilah salah satu tujuan kami yang ingin kita capai bersama,” terangnya.

Selain kategori pengendalian Inflasi, Kemendagri juga memberikan apresiasi untuk kategori Penurunan Tingkat Pengangguran, Penanggulangan Kemiskinan dan Stunting serta Creative Financing. Tentunya dengan nilai bantuan uang yang bervariasi.

Saat menerima penghargaan tersebut, Wali Kota Dokter Aminuddin didampingi Sekda Budiono Wirawan dan Kepala BPPKAD Pujo Agung Satrio. Selain menerima penghargaan, siang harinya, wali kota mengikuti acara silaturahmi dan Arahan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Menteri Dalam Negeri, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, serta Kepala Badan Pusat Statistik di Gedhong Pracimosono, Kompleks Kantor Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta. Kemudian dilanjutkan Diskusi tentang “Pengelolaan Keuangan Daerah dan Creative Financing”. (dev/fa)

 

 

BAGIKAN