Komitmen Konservasi Mangrove, Wali Kota Dokter Aminuddin Terima Penghargaan dari Gubernur Jatim

Slider

PROBOLINGGO — Kota Probolinggo didapuk sebagai tuan rumah penyelenggaraan Festival Mangrove Jawa Timur ke-11 di kawasan BJBR (BeeJay Bakau Resort) pada Selasa (3/11). Dalam perhelatan tersebut, Wali Kota Probolinggo Dokter Aminuddin, meraih penghargaan dari Gubernur Jawa Timur atas komitmen nyata pemerintah daerah dalam menjaga dan melestarikan ekosistem pesisir.

Wali Kota Dokter Aminuddin menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas kepercayaan yang diberikan kepada Kota Probolinggo sebagai tuan rumah perhelatan tersebut. Wali kota dapat penghargaan atas dukungan dan komitmen sebagai pembina perlindungan dan pengelolaan ekosistem mangrove di Kota Probolinggo.

Ia mengungkapkan bahwa saat ini cakupan atau penutupan vegetasi mangrove telah mencapai hampir 80 persen dari total panjang garis pantai di Kota Probolinggo. "Alhamdulillah, ini suatu kebanggaan bagi kita semua. Capaian penutupan mangrove yang hampir 80 persen di garis pantai ini menjadi penyemangat bagi Pemkot Probolinggo untuk terus menambah persentase kawasan hijau pesisir ke depannya," ujar Dokter Amin – sapaan wali kota.  

Penghargaan dari Pemprov Jatim tersebut menjadi wujud komitmen atas konsistensi Pemkot Probolinggo dalam melakukan konservasi lingkungan yang turut melibatkan berbagai elemen. Kolaborasi tersebut mencakup peran investor swasta seperti BJBR, gerakan swadaya masyarakat melalui program Gir Sereng, hingga pengembangan sarana edukasi dan wisata seperti trek ekowisata mangrove.

Dokter Amin menambahkan, pelestarian mangrove tidak hanya berfokus pada ekologi, tetapi juga harus memberikan dampak ekonomi yang berkesinambungan bagi warga setempat.

"Penghargaan ini kian memotivasi kami untuk terus melakukan upaya konservasi. Harapan kita bersama, keberadaan ekosistem mangrove ini dapat memberikan sumbangsih nyata, baik untuk perlindungan lingkungan maupun peningkatkan perekonomian masyarakat Kota Probolinggo," pungkasnya.

Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Probolinggo, luasan panjang pantai di kota ini mencapai 7 KM. Penanaman mangrove rutin dilaksanakan sejak tahun 2001 silam, kolaborasi pemprov dan pemkot yang melibatkan stakeholder, semua elemen masyarakat termasuk pelajar. Luas mangrove di wilayah administrasi Kota Probolinggo tahun 2025 sekitar 114,68 ha, sedangkan di luar administrasi kota mencapai 43,95 ha. (sit/fa)

BAGIKAN