Resmikan Kampung Ramah Anak, dr. Eva Ajak Warga Wujudkan Lingkungan Aman

Slider

MAYANGAN – Warga RW 05 Kelurahan Mangunharjo meluncurkan program Kampung Ramah Anak, Minggu (31/5) pagi. Kampung yang berlokasi di Jalan Gatot Subroto Gang 3 ini hadir sebagai alternatif bagi anak-anak untuk bermain, berinteraksi, sekaligus mengenal kembali permainan tradisional. Launching program tersebut diresmikan oleh Ketua TP PKK Kota Probolinggo, dr. Evariani Aminuddin, didampingi Camat Mayangan serta Lurah Mangunharjo.

Di hadapan warga yang hadir, dr. Evariani memberikan apresiasi atas inovasi Kampung Ramah Anak yang digagas oleh masyarakat setempat. Program tersebut dinilai menjadi langkah positif dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan membahagiakan bagi anak-anak.

“Anak-anak harus tumbuh dalam lingkungan yang bebas dari perundungan. Mereka harus terlindungi, merasa aman, serta terbebas dari kekerasan, baik di dalam rumah tangga maupun di lingkungan sekitarnya,” ujarnya.

“Jadi, sumber kemerdekaan anak itu harus dimulai dari kebahagiaan. Bahagia berarti anak bebas dari kekerasan, berada dalam rasa aman, dan merasa terlindungi,” tambahnya.

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Probolinggo itu juga mengaitkan program Kampung Ramah Anak dengan semangat Probolinggo Bersolek, yakni melalui upaya menciptakan lingkungan yang bersih, hijau, dan sehat.

“Bagaimana semangat Kota Probolinggo Bersolek dihubungkan dengan kampung ramah anak? Bersolek itu dimulai dari lingkungan yang bersih. Tidak ada lagi saluran drainase yang tersumbat, dan setiap ruang terbuka bisa ditanami dengan tanaman penghijauan,” kata dokter Eva.

Pada kesempatan yang sama, Lurah Mangunharjo, Ikromi Wida Utama, turut menampilkan sejumlah karya remaja RW 05 dalam mendukung program Kampung Ramah Anak di wilayahnya. Diantaranya berupa lukisan semangat Ramah Anak serta permainan tradisional yang dilukis di jalan Gang 3.

“Lukisan yang ada di bawah ini menggambarkan alat permainan tradisional, seperti dakon, bekel, ular tangga, dan permainan lainnya. Tujuannya untuk mengenalkan kembali permainan tradisional kepada anak-anak, sehingga mereka tidak hanya fokus pada gadget, tetapi juga bisa bermain bersama, berinteraksi, dan sejenak melupakan gadget,” jelas Lurah Ikromi.

Kegiatan pagi itu turut diisi dengan senam bersama warga, bazar makanan dan minuman, serta lomba kreasi APE atau Alat Permainan Edukatif berbahan daur ulang yang diikuti puluhan remaja RW 05. Masih di lokasi yang sama, dr. Evariani bersama perangkat RT dan RW juga meninjau area ruang terbuka hijau yang rencananya akan diusulkan sebagai kawasan RTH ramah anak di wilayah RW setempat. (dp/pin)

BAGIKAN