KANIGARAN – Pemerintah Kota Probolinggo menggelar Dialog Kebangsaan bertajuk “Meningkatkan Kebersamaan Membangun Kota Probolinggo Aman dan Damai Tahun 2026” di Gedung Puri Manggala Bhakti, Kantor Wali Kota Probolinggo, Kamis (20/8). Kegiatan ini menjadi ruang memperkuat sinergi antara pemerintah, Forkopimda, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, kepemudaan, kemahasiswaan, serta berbagai elemen masyarakat dalam menjaga kondusivitas daerah.
Dialog yang dimoderatori Kepala Bakesbangpol Kota Probolinggo, Sonhaji, tersebut dihadiri Wali Kota Dokter Aminuddin bersama jajaran Forkopimda, di antaranya Kapolres Probolinggo Kota AKBP Rico Yumasri dan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Lilik Setiawan, dan Perwakilan dari Dandim 0820 dan Pengadilan Negeri. Sekitar 90 organisasi kemasyarakatan turut hadir dalam kegiatan yang dirangkai dengan Penandatanganan Deklarasi Komitmen Meningkatkan Kebersamaan Membangun Kota Probolinggo Aman dan Damai Tahun 2026.
Wali Kota Probolinggo mengatakan, dialog kebangsaan menjadi momentum memperkuat semangat kemerdekaan yang telah diperingati melalui HUT ke-81 Republik Indonesia. Menurutnya, makna kemerdekaan juga diwujudkan melalui kedaulatan yang dimulai dari tingkat daerah hingga lingkungan masyarakat paling kecil.
“Berdaulatnya suatu daerah sampai ke tingkat yang terkecil. Ini membutuhkan milestone dan dimulai dari kebijakan. Kita menerapkan manajemen inklusi, semua pihak kita libatkan untuk memberikan kontribusi positif,” ujarnya.
Ia menyampaikan, kondisi Kota Probolinggo saat ini terus menunjukkan perkembangan positif. Pertumbuhan ekonomi mencapai 6,81 persen, disertai penurunan angka kemiskinan dan kondisi Gini Ratio yang dinilai baik. Kondisi yang kondusif tersebut juga menjadi modal penting dalam mendorong investasi. “Kota Probolinggo ini investasinya juga besar karena kondusif, potensinya beberapa triliun akan masuk ke Kota Probolinggo dan menyerap 4.500 karyawan,” katanya.
Di bidang pelayanan publik, Pemkot Probolinggo berkomitmen mendorong digitalisasi kota. Pemerintah berencana menambah 30 Super Koridor sehingga akses WiFi publik dapat menjangkau seluruh kelurahan dan mengurangi wilayah blank spot.
Selain itu, Pemkot juga menyiapkan penambahan 200 PJU dengan target pada 2028 tidak ada lagi tempat gelap di Kota Probolinggo. Keamanan kota turut diperkuat melalui pemantauan sekitar 300 CCTV yang nantinya terintegrasi dengan pusat pemantauan di Gedung Meteor.
“Komitmen kami, saya dan Bu Wakil, menjadikan Kota Probolinggo ini terdigitalisasi. Ini semua menuju Kota Probolinggo benar-benar menjadi kota, membentuk kedaulatan dan membangun Kota Probolinggo,” tegasnya.
Kapolres Probolinggo Kota AKBP Rico Yumasri mengapresiasi kehadiran seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, partisipasi tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, pemuda dan mahasiswa menunjukkan kesiapan untuk bersinergi menjaga kondusivitas daerah. “Kita akan tetap menjaga kondisi itu dan ingin mewujudkan Kota Probolinggo ini naik kelas. Saya yakin kalau kita semuanya berkomitmen dan berkolaborasi,” ujarnya.
Rico juga mengingatkan masyarakat untuk bijak menyaring informasi yang beredar. Menurutnya, keberagaman merupakan kekuatan yang harus dijaga melalui semangat persatuan dan toleransi.
Sementara itu, Kajari Kota Probolinggo Lilik Setiawan menegaskan bahwa membangun kota yang aman bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Sinergi Forkopimda dan kuatnya organisasi kemasyarakatan merupakan modal sosial dalam menjaga keamanan.
“Keamanan berhubungan dengan investasi, ekonomi dan pendidikan yang baik. Pemerintah dapat menjalankan program secara optimal,” katanya. Ia menekankan pentingnya penegakan hukum yang dilakukan secara adil dan memberikan rasa keadilan kepada masyarakat.
Dukungan juga disampaikan Pasi Intel Kodim 0820 Probolinggo Kapten Infanteri Masdelan. Ia menyebut keberagaman masyarakat Kota Probolinggo tetap dapat disatukan dalam semangat kebersamaan. “Di sini bermacam-macam tapi tetap bersatu. Kami Kodim 0820 mendukung segala kebijakan dari Bapak Wali Kota,” ujarnya.
Perwakilan Pengadilan Negeri Probolinggo, Putra, menilai kondisi keamanan Kota Probolinggo selama ini relatif terjaga. Ia mengajak seluruh pihak mempertahankan iklim kondusif tersebut, termasuk dengan mengedepankan musyawarah dan mufakat dalam penyelesaian persoalan.
Dalam sesi tanggapan, Junaidi, Koordinator Driver Probolinggo Raya (DPR), mengapresiasi kegiatan yang digelar Bakesbangpol. Ia juga menyampaikan manfaat Super Koridor bagi pengemudi ojek online karena dapat membantu menghemat penggunaan paket data. “Dengan adanya Super Koridor kami bisa hemat paket data. Apalagi kalau sudah terealisasi semuanya di beberapa titik,” ujarnya.
Dialog kebangsaan ini diharapkan menjadi momentum memperkuat komitmen seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan, kedamaian dan persatuan. Dengan sinergi yang kuat, Kota Probolinggo diharapkan semakin kondusif, maju dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (sit/fa)
