Profil

Jalan yang dikelola Pemerintah Kota sepanjang 199,109 km. Sepanjang 159,98 km (80,35 persen) dalam kondisi baik sampai sedang dan 39,129 km (19,65 persen) dalam kondisi rusak sampai rusak berat. Sementara prosentase saluran drainase dalam kondisi mantap mencapai 80 persen. Dalam upaya penyediaan sarana air minum, persentase rumah tangga di Kota Probolinggo yang telah mendapatkan pelayanan air bersih sebesar 82 persen. Menurut data dari PDAM Kota Probolinggo, jumlah pelanggan rumah tempat tinggal hingga akhir tahun 2019 mencapai 18.440 atau ada peningkatan sebesar 3,3 persen dari tahun 2018.

Profil

Jumlah penduduk Kota Probolinggo 2019 menurut data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil mencapai 239,4 ribu jiwa. Sedangkan BPS memproyeksi data penduduk Kota Probolinggo mencapai 237,2 jiwa, dengan sex ratio proyeksi sebesar 97 yang artinya pada setiap 100 penduduk perempuan terdapat sekitar 97 penduduk laki-laki. Berdasarkan dari data kepadatan penduduk, dari 5 kecamatan yang ada, kecamatan Mayangan adalah yang paling padat, sementara kecamatan terluas adalah kecamatan Kedopok.

Profil

Pada zaman Pemerintahan Prabu Radjasanagara (Sri Nata Hayam Wuruk) raja Majapahit yang ke IV (1350-1389), Probolinggo dikenal dengan nama “Banger”, nama sungai yang mengalir di tengah daerah Banger ini. Banger merupakan pedukuhan kecil di bawah pemerintahan Akuwu di Sukodono. Nama Banger dikenal dari buku Negarakertagama yang ditulis oleh Pujangga Kerajaan Majapahit yang terkenal, yaitu Prapanca.

Profil

Secara astronomis, Kota Probolinggo terletak antara 7º 43’ 41” sampai dengan 7º 49’ 04” Lintang Selatan dan 113º 10’ sampai dengan 113º 15’  Bujur Timur