Mayangan – Selasa (10/3), Pemerintah Kota Probolinggo melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) menggelar kegiatan fasilitasi pendidikan politik dan etika budaya politik bertajuk Penguatan Kader Demokrasi bagi siswa-siswi SMA/SMK/MA sederajat tahun 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Bakesbangpol ini diikuti sekitar 60 pelajar perwakilan sekolah negeri dan swasta di Kota Probolinggo, didampingi para guru pembina. Forum ini bahkan menjadi kebanggaan tersendiri karena digagas sebagai salah satu deklarasi kader demokrasi tingkat pelajar yang pertama di Indonesia.
Wali Kota Aminuddin menyampaikan apresiasi atas terbentuknya kader demokrasi dari kalangan pelajar. Menurutnya, langkah ini akan menjadi bekal penting bagi generasi muda dalam menghadapi berbagai proses demokrasi di masa mendatang.
“Saya bangga dengan adanya kader demokrasi dari kalangan pelajar. Ini akan mempermudah kita dalam menyiapkan generasi yang siap menghadapi pesta demokrasi di masa depan sekaligus menjadi generasi muda yang berkarakter dan bertanggung jawab,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa kegiatan penguatan kader demokrasi bukan sekadar seremonial, tetapi merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa, khususnya bagi Kota Probolinggo. Para peserta diharapkan mampu menjadi duta demokrasi di sekolah masing-masing serta menjadi media komunikasi yang menyebarkan edukasi demokrasi kepada teman sebaya.
“Manfaatkanlah kesempatan ini sebaik-baiknya. Seraplah ilmu dan pengalaman dari para narasumber, diskusikan ide-ide konstruktif, serta bangun jejaring yang kuat antar peserta. Namun jangan lupakan tugas utama sebagai pelajar, yaitu belajar dan menuntut ilmu,” pesannya kepada para siswa.
Sementara, Koordinator Umum Democraft, Beril, juga berkesempatan memaparkan sejumlah program kerja kader demokrasi di tingkat pelajar. Program tersebut meliputi pembentukan kader sekolah, kegiatan debat dan karya tulis, hingga penguatan media edukasi melalui podcast. Selain itu, para kader juga diharapkan dapat melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah tentang pentingnya pendidikan demokrasi guna membentuk generasi muda yang kritis dan peduli terhadap kehidupan berbangsa.
Dalam kegiatan tersebut juga dihadirkan dua narasumber, yakni Ade Nurwahyudi yang menyampaikan materi tentang pengawasan pemilu dari perspektif Badan Pengawas Pemilihan Umum, serta Mat Rosit dari Komisi Pemilihan Umum yang memberikan sosialisasi pendidikan politik dan penguatan kader demokrasi bagi generasi muda.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Probolinggo berharap lahir generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran demokrasi, berani menyampaikan gagasan, serta mampu berperan aktif dalam kehidupan demokrasi sejak usia sekolah.(vv/pin)



