Derasnya dukungan vaksinasi untuk kalangan jurnalis di tahap kedua juga terjadi di Kota Probolinggo. Wali Kota Habib Hadi Zainal Abidin mengaku mendukung apa yang telah disampaikan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa beberapa waktu lalu.
Forkopimda Provinsi Jawa Timur menetapkan wilayah Surabaya Raya, Malang Raya dan Madiun Raya akan menerapkan Pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat / PPKM Mikro dari tanggal 9-22 Februari 2021. Keputusan tersebut disampaikan dalam rakor yang digelar secara daring, Senin (8/2) malam yang dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, Pangdam V/Brawijaya Mayjen Suharyanto serta Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Heru Tjahjono dan 137 peserta lainnya yang terdiri dari kepala daerah dan kepala kepolisian se-Jawa Timur.
Forkopimda Provinsi Jawa Timur menetapkan wilayah Surabaya Raya, Malang Raya dan Madiun Raya akan menerapkan Pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat / PPKM Mikro dari tanggal 9-22 Februari 2021. Keputusan tersebut disampaikan dalam rakor yang digelar secara daring, Senin (8/2) malam yang dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, Pangdam V/Brawijaya Mayjen Suharyanto serta Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Heru Tjahjono dan 137 peserta lainnya yang terdiri dari kepala daerah dan kepala kepolisian se-Jawa Timur.
Peringatan Hari Pers Nasional tahun 2021 di Kota Probolinggo diawali dengan bagi-bagi ribuan masker oleh para jurnalis di Pasar Baru, Selasa (9/2) pagi. Aksi nyata ini merupakan wujud komitmen jurnalis di Kota Probolinggo yang ikut memerangi penyebaran Covid 19.
Peringatan Hari Pers Nasional tahun 2021 di Kota Probolinggo diawali dengan bagi-bagi ribuan masker oleh para jurnalis di Pasar Baru, Selasa (9/2) pagi. Aksi nyata ini merupakan wujud komitmen jurnalis di Kota Probolinggo yang ikut memerangi penyebaran Covid 19.
Derasnya dukungan vaksinasi untuk kalangan jurnalis di tahap kedua juga terjadi di Kota Probolinggo. Wali Kota Habib Hadi Zainal Abidin mengaku mendukung apa yang telah disampaikan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa beberapa waktu lalu.
Senin (1/2), malam pertama di awal bulan Februari tahun 2021 menjadi momen bersejarah bagi 89 PNS di lingkungan Pemerintah Kota Probolinggo. Bagaimana tidak, pejabat eselon 3 dan 4 tersebut mendapatkan amanah bertugas di tempat baru.
Pengembangan destinasi wisata Kota Probolinggo merupakan salah satu visi misi yang dijanjikan oleh kepemimpinan Habib Hadi Zainal Abidin. Hal itulah yang mendasari terselenggaranya kegiatan pada Minggu (31/01) pagi, di GOR Mastrip. Acara ini menjadi salah satu rangkaian refleksi dua tahun kepemimpinan Habib Hadi dan Wawali Almarhum Mochammad Soufis Subri.
Pelabuhan Probolinggo dikenal dengan sebutan Pelabuhan Tanjung Tembaga ditetapkan sebagai pelabuhan pantai pada tahun 1920 berdasarkan Statblad 1920 No. 424 jo Statblad 1926 No. 546. Sebagai pelabuhan pantai, Pelabuhan Probolinggo waktu itu hanya melayani kegiatan pelayaran antar pulau yang kebanyakan menggunakan kapal kayu ukuran kecil,sehingga kedalaman kolam dirancang relatif tidak terlalu dalam ± -3 m LWS. Pada masa penjajahan Belanda kegiatan Pelabuhan Tanjung Tembaga cukup ramai karena hasil perkebunan seperti Tembakau, Gambir, Gula dan sebagainya di export ke negara-negara Eropa melalui Pelabuhan Tanjung Tembaga Probolinggo. Sejalan dengan perkembangan perdagangan, perekonomian dan perkembangan angkutan laut, maka Pelabuhan Tanjung Tembaga Probolinggo berubah statusnya dari Pelabuhan Pantai menjadi Pelabuhan Laut yang terbuka untuk perdagangan dari dan ke luar negeri.
Larung Sesaji Bumi merupakan budaya sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan, atas segala limpahan rahmat dan karuniaNya yang telah memberikan hasil bumi maupun laut. Rasa syukur diungkapkan dengan cara sedekah hasil bumi, hasil usaha, hasil perikanan dan lain sebagainya yang diletakkan diatas perahu tanpa awak dilarung ketengah laut. Biasanya acara ini diselenggarakan setiap Tahun Baru 1 Muharram.